AYOJAKARTA.COM – Di akhir tahun 2022 begitu banyak sosok indigo maupun ahli spiritual mencoba meramal peristiwa yang terjadi di tahun 2023, salah satunya Hard Gumay.
Hard Gumay merupakan sosok indigo asal Palembang yang juga memberikan ramalannya terkait peristiwa yang akan terjadi di 2023, yaitu ada 3 wilayah di Sulawesi yang diterjang gelombang tsunami besar.
Bukan di Pulau Jawa seperti yang digadang-gadang oleh para peneliti, melainkan menurut Hard Gumay wilayah Sulawesi dengan 3 daerah ini akan diterjang tsunami besar.
Hard Gumay mengutarakan ramalannya tentang peristiwa di tahun 2023 mendatang tentang tsunami besar di Sulawesi.
“2023 saya lebih konsen karena dari kemarin juga selalu terlintas itu laut,” ujar Hard Gumay, dikutip dari kanal YouTube TRANS7 Lifestyle, Rabu, 28 Desember 2022.
Saat melakukan penglihatan di dalam ramalannya, Hard Gumay melihat bahwa yang terlintas adalah bentuk air, laut dalam bentuk gelombang laut besar.
“Biasanya dari penglihatan tersebut saya selalu menafsirkan akan ada terjadi sesuatu yang sehubungan dengan laut air. Lautnya besar, saya melihat tidak bertepi artinya begini ini di daerah yang Sumatera bukan, Jawa bukan. Tapi Sulawesi,” ungkap Hard Gumay saat itu.
“Sulawesi, tiga tempat, Manado Makassar sama desa kecil, laut,” tambahnya.
Dari penerawangannya tersebut, kejadian yang berhubungan dengan gelombang air laut besar tersebut berada di daerah Sulawesi dan di tiga tempat yaitu Manado, Makassar, dan sebuah desa kecil di sana.
Hard Gumay juga mengungkapkan bahwa dia melihat adanya ombak besar yang akan terjadi di sana.
Bahkan Hard Gumay melihat air laut tersebut masuk hingga ke daratan dan menyebabkan begitu banyak orang ketakutan dan menelan korban.
“Tapi yang aku lihat ini air laut masuk ke dataran darat, banyak yang teriak, ada yang terbawa arus ombak, ada yang menangis,” terawangnya.
Peristiwa tersebut menurutnya akan terjadi di pertengahan tahun 2023 mendatang.
Namun Hard Gumay sendiri masih berharap jika apapun yang dilihatnya semoga bukan sebuah musibah dan tidak akan pernah terjadi.
Namun ramalan hendaknya bisa dijadikan sebagai upaya untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan dan juga dapat menjadi salah satu upaya mitigasi.
Masyarakat diharapkan terus belajar dan menimba ilmu lebih dalam perihal upaya pencegahan dan mitigasi adanya bencana apapun yang terjadi..***