AYOJAKARTA.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) baru-baru ini mengeluarkan peringatan dini terhadap bencana hidrometeorologi yang bakal menyambangi wilayah Indonesia.
Melalui akun Instagram @infoBMKG, beberapa wilayah juga akan terkena hujan dengan intensitas sangat lebat.
Wilayah tersebut adalah Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan dan Maluku.
Baca Juga: Breaking News! Gempa Bumi Tektonik Berpusat di Laut Guncang Pangandaran M 4.5
Selain informasi yang didapatkan dari BMKG, seorang peneliti BRIN memberikan informasi melalui akun Twitternya @EYulihastin mengenai banjir besar, hujan ekstrem dan badai dahsyat yang diprediksi akan mengenai wilayah Jabodetabek.
"Potensi Banjir Besar Jabodetabek
Siapapun anda yg tinggal di Jabodetabek dan khususnya Tangerang atau Banten, mohon bersiap dengan hujan ekstrem dan badai dahsyat pada 28 Desember 2022," cuit @EYulihastin.
Lebih lanjut Yulihastin menjelaskan perihal badai dahsyat tersebut akan berpindah ke darat karena dua hal.
"Yang pertama dari arah barat melalui angin baratan yang membawa hujan badai dari laut (westerly burst) dan dari utara melalui angin permukaan yg kuat (northerly, CENS)," tulis @EYulihastin.
Yulihastin kemudian juga menerangkan wilayah mana yang akan menjadi pusat serangan badai tersebut.
"Maka Banten dan Jakarta-Bekasi akan menjadi lokasi sentral tempat serangan badai tersebut dimulai sejak siang hingga malam hari pada 28 Desember 2022," cuit @EYulihastin.
Namun ternyata bukan hanya itu saja bencana yang mengintai wilayah Jabodetabek, banjir ROB telah melanda wilayah Muara Angke, Jakarta Utara.
Baca Juga: Viral Suami Selingkuh Dengan Mertua Sendiri, Netizen: Lebih Sakit Daripada Diselingkuhi Teman
Dikutip AyoJakarta.com dari akun YouTube KOMPASTV, Fachri Rajab yang merupakan Kepala Pusat Meteorologi Publik juga mengingatkan mengenai Banjir ROB yang berbarengan dengan hujan lebat yang diprediksikan melanda wilayah Jabodetabek.
"Kalau ROB itu kan memang fenomena astronomis yang rutin terjadi tiap bulan ya, jadi ketika bukan purnama dan bulan mati,
Nah ini yang perlu kita waspadai ketika hujan lebat, ketika hujan lebat itu diatas Jabodetabek atau di daerah hulu berbarengan dengan ROB pasang laut maksimum ini yang perlu menjadi kewaspadaan," papar Fachri (27/12/2022).
Lebih lanjut Yulihastin melalui akun YouTube KOMPASTV (27/12/2022) menerangkan mengenai proses terjadinya banjir ROB pada berbeda dari biasanya.
"Laut Jawa yang mengalami hujan terus terusan seperti itu, itulah yang membuat banjir ROB semakin parah, banjir yang sekarang terjadi dari tanggal 21 itu bukan ROB yang air naik pelan-pelan, kalau air naik pelan- pelan nggak ada angin kencangnya, hujannya di laut, nha itu ROB biasa," ucap Yulihastin.
Ia pun kemudian menambahkan mengenai pemicu badai yang mengenai wilayah laut Jawa.
"Tapi yang saat ini terjadi bukan itu, hampir seluruh laut Jawa itu mengalami badai konvektif itu.
Baca Juga: Viral Karena Nyolot, Pegawai Karen's Diner Ini Dulunya Sabar Banget!
Nha inilah yang memicu angin kencang, gelombang tinggi dan juga hujan yang dihantarkan ke pesisir," tambah Yulihastin.***