AYOJAKARTA.COM - - Pilpres 2024 semakin dekat, beberapa kandidat calon presiden dan wakil presiden pun mulai dibentuk oleh koalisi partainya masing-masing.
Kendati demikian, nama Ganjar Pranowo dari Partai PDIP tidak lekang dari isu capres 2024, lantaran hasil survei yang menyatakan dukungan suara yang tidak sedikit dari masyarakat Indonesia.
Tidak sampai disitu, isu semakin berhembus tatkala nama dari tokoh Prabowo Subianto dari Partai Gerindra ikut dikaitkan sebagai pasangan Ganjar Pranowo untuk nyapres di pemilihan umum 2024.
Baca Juga: Heboh! Ramalan Jayabaya Memprediksi Beberapa Sosok Pemenang Pilpres 2024: Prabowo Tidak Termasuk?
Keduanya dirumorkan akan disandingkan di Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2024 mendatang.
Dimana menurut hasil survei politik yang dirilis survei Voxpol Center Research and Consulting menyebut jika Prabowo Subianto dipasangkan dengan Ganjar Pranowo untuk maju pilpres mendatang, ada kemungkinan untuk menang dalam satu putaran.
Padahal Gerindra dan PKB disebut dalam satu koalisi yang sama, lantas bagaimana jika kemungkinan itu mulai dipertimbangkan akankah PKB akan meninggalkan partai koalisinya Partai Gerindra?
Menanggapi hal tersebut, Politisi PKB Saiful Huda menjelaskan bahwa Partai PKB memang berada dalam satu koalisi yang sama, yang mana saat ini berdasarkan konfigurasi suara PKB memang berada dibawah Gerindra.
Namun ia menegaskan bahwa PKB juga tetap memiliki mandatory kuat untuk mencalonkan siapa yang akan dijunjungnya, begitu juga dengan Partai Gerindra.
"Secara konfigurasi memang PKB dibawah Gerindra suaranya, tapi sampai sekarang belum putus kami tetap punya mandatori kuat melalui pertama harus mencalonkan Muhaimin sebagai capres. Teman-teman Gerindra juga sama," kata Saiful seperti dikutip dalam kanal Youtube Kompas TV pada Senin (26/12/2022).
Lanjut, Syaiful pun mulai menanggapi isu yang berkembang terkait Ganjar dan Prabowo yang diisukan akan menjadi pasangan di Pilpres 2024 mendatang.
Menurutnya, isu perihal Ganjar dan Prabowo menjadi pasangan di Pilpres 2024 itu hanyalah hasil survei, yang mana itu ditentukan oleh banyaknya variabel untuk memenangkan. Meski begitu ia tetap yakin dimanapun PKB berada dan siapapun pasangannya tetap optimis menang.
Baca Juga: Mohamed Salah Ikut Perayaan Natal 2022, Netizen: Kami Terkejut Anda Merayakan Natal
"itu survei ya variabel untuk memenangkan banyak, ada variabel instrumen partai, variabel instrumen ideologis. Namun sekali lagi Partai PKB meyakini dimana PKB berada calon pasangan siapapun akan menang," tambahnya.
Seperti yang kita ketahui, Partai PKB dan Partai Gerindra menang dalam satu koalisi yang sama. Dimana nama Cak Imin atau Muhaimin Iskandar dan Prabowo Subianto akan disandingkan untuk maju di Pilpres 2024.
Dia berujar apabila nantinya kedua partai tersebut tidak dalam satu suara yang sama, maka Syaiful menegaskan akan cari koalisi yang lain untuk memajukan Cak Imin menjadi Capres atau Cawapres di 2024.
"Ya, sampai kita cari koalisi Cak Imin jadi capres atau cawapres," ujarnya.***