AYOJAKARTA.COM - Suara dentuman sempat terdengar di wilayah Gunungkidul pada Kamis (22/12/2022).
Dikutip dari Republika.co.id Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY angkat bicara soal dentuman yang terjadi di Gunung Kidul siang kemarin.
Warjono Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta mengatakan bahwa tidak ada aktivitas kegempaan ataupun sambaran petir pada saat dentuman tersebut terdengar.
"Pantauan dari kami tidak ada aktivitas kegempaan dan sambaran petir di waktu dan tempat tersebut," kata Warjono.
Ia pun kemudian menghimbau untuk masyarakat agar tetap waspada dan memantau info BMKG.
"Imbauannya untuk tetap waspada pantau info BMKG, atau menghubungi pemerintah daerah yang berwenang," ucap Warjono.
Senada dengan pernyataan Warjono, Dwi Budi Susanti Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Geofisika Sleman menerangkan bahwa saat ini sedang dilakukan identifikasi terhadap rekaman sensor seismic yang terpasang di wilayah Gunungkidul.
Baca Juga: Menggiurkan! Ternyata Segini Gaji dan Tunjangan Anggota PPS Pemilu 2024, Tertarik Segera Daftar
Ia pun menyampaikan hasil monitoring petir yang ada di Stasiun Geofisika Sleman tidak tercatat aktifitas petir yang signifikan pada saat kejadian.
"Monitoring radar cuaca pada BMKG DIY juga tidak ada awan CB (Cumolonimbus) yang memicu terjadinya Petir," ucap Dwi Budi.
Stasiun GKJM Kantor Kapanewon Gedangsari, Gunungkidul, menerangkan bahwa dentuman tersebut terjadi sekitar pukul 10.37 WIB.
Pihaknya juga telah melalukan analisis yang dilakukan berdasarkan partikel motion, kemudian diperoleh perkiraan arah sumber dentuman.
Baca Juga: Chuck Putranto dengan Suara Bergetar Tanyakan Hal ini Ke Ferdy Sambo
Dentuman tersebut berada di arah Barat Daya dari Stasiun GKJM Kantor Kapanewon Gedangsari, Gunungkidul dengan perkiraan jarak 16 km.
Lebih lanjut berdasarkan analisis spektogram, didapatkan gelombang terjadi dengan frekuensi antara 7 hingga 12.
"Berdasarkan hasil monitoring posisi sambaran petir, aktivitas sambaran petir dominan terjadi di arah Barat Laut wilayah DI Yogyakarta dengan jarak sambaran yang tidak memungkinkan untuk terdengar dentumnya di sekitar Gedangsari dan sekitarnya," ucap Dwi Budi.
Namun hingga saat ini belum ada info lebih lanjut mengenai pwnyebab dentuman tersebut terjadi.
Baca Juga: Bagian Srikandi BUMN, PosAja! Hadir Maksimalkan Peran Perempuan untuk Indonesia
Dalam sebuah wawancara yang diunggah pada akun YouTube tvOneNews Daryono yang merupakan kepala Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG pernah memberi penjelasan soal dentuman yang terjadi pada Kabupaten Cianjur saat sedang gempa melanda wilayah tersebut.
Daryono BMKG mengatakan bahwa suara dentuman tersebut terdengar oleh korban yang berada dipusat deformasi batuan.
lebih lanjut ia menerangkan bahwa deformasi batuan bisa terdengar seperti dentuman, ledakan bahkan ada yang terdengar seperti petir.
"Jadi deformasi yang dangkal itu kalau deket itu bisa menjadi dentuman, ledakan bahkan ada yang seperti petir, seperti yang terjadi di tahun 2014, di utara gunung Merbabu," ucap Daryono.***