AYOJAKARTA.COM - Sidang kasus pembunuhan Brigadir Yosua membuka kotak pandora yang sejak awal disembunyikan lewat rekayasa Ferdy Sambo.
Ronny Talapessy membantah dugaan pelecehan seksual terhadap Putri Candrawathi lantaran tidak ada bukti visum dan bukti penguat lainnya.
Bahkan Ronny Talapessy juga menyebut Ferdy Sambo merupakan otak dari Pembunuhan Berencana Yosua yang mengaburkan kondisi tempat kejadian perkara (TKP).
Baca Juga: 5 Kota Beruntung Paling Aman dari Gempa dan Tsunami, Coba Cek Apa Ada Kotamu?
Sebagian skenario Ferdy Sambo sudah terjawab, namun ada dua hal yakni mengenai motif pelecehan seksual yang dilakukan terhadap Putri Candrawathi dan penembakan Yosua yang masih menunggu pembuktian dalam persidangan.
Mungkinkah, unsur perencanaan pembunuhan selama ini sudah terpenuhi, membahas hal ini Kuasa Hukum Richard Eliezer memberikan keterangan.
Mengenai motif terkait dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Oleh Yosua terhadap Putri Candrawathi, kuasa hukum Richard Eliezer memberikan pernyataan bahwa peristiwa tersebut tidak terbukti.
Lantaran sebelumnya Ronny Talapessy memegang keyakinan menurut Richard Eliezer dalam kasus ini tidak ada peristiwa pelecehan seksual yang dilakukan oleh Yosua terhadap Putri Candrawathi di Magelang.
"Mereka coba membangun konstruksi hukum tersebut, kalau pengamatan dari kami tim penasehat hukum, malah terpatahkan di persidangan," ujar Ronny Talapessy.
"Dan juga pun dari para saksi yang sudah dihadirkan, dari ahli kriminolog bahwa motif tersebut juga bukan berarti mengugurkan pembunuhan berencananya," sambungnya.
Selain itu, terkait motif peristiwa yang di Magelang tidak ada bukti visum yang ditunjukan.
Padahal jika seseorang mengerti hukum, apalagi seorang anggota kepolisian harusnya melakukan visum.
Baca Juga: Terkuak Alasan Ricky Rizal Buat Grup WA Duren Tiga Usai Pembunuhan Brigadir J, Warganet: Makin Ngeri
"Tanpa visum apa yang disampaikan terkait Magelang itu terbantahkan, jadi menurut kami terkait motif susah untuk dibuktikan," ujar Ronny Talapessy.
Dari sisi lain, terkait perencanaan pembunuhan, menurut Ronny Talapessy sudah terlihat jelas mulai dari pemilihan lokasi pembunuhan.
"Mereka memilih lokasi Duren Tiga, dimana lokasi Duren Tiga itu tidak ada CCTV," ujar Ronny Talapessy.
"Menurut pakar kriminolog, seorang otak dari pembunuhan berencana itu cirinya adalah coba untuk mengaburkan TKP (tempat kejadian peristiwa)," sambungnya.
Selain itu, terlihat unsur perencanaan dimana CCTV yang terpasang di lokasi Duren Tiga hanya ada di lantai 1, sedangkan di lantai 2 dan lantai 3 tidak terpasang CCTV.
Baca Juga: Terharu! Ini Momen Gala Ziarah ke Makam almarhum Vanessa dan Bibi, Wargenet : Nyesek Lihatnya
"Menurut klien saya (Richard Eliezer), seandainya, ada CCTV di lantai 2 dan lantai 3 maka para terdakwa lainnya tidak mungkin berbohong," ujar Ronny Talapessy.
"Jadi pertanyaannya, CCTV lantai 2 lantai 3 dimana, saya sudah tanyakan ini kepada saudara Ferdy Sambo? 'rusak' (jawab Ferdy Sambo)," sambungnya.***