News

Terkuak Kondisi Kejiwaan Eliezer Saat Diperintah Tembak Yosua, Ahli Psikologi : Rasionalnya Dikalahkan Emosi

Oleh: Christy Ayu Saputri Rabu 21 Des 2022, 18:18 WIB
Terkuak Kondisi Kejiwaan Eliezer Saat Diperintah Tembak Yosua, Ahli Psikologi : Rasionalnya Dikalahkan Emosi

AYOJAKARTA.COM-- Kembali kasus pembunuhan Brigadir Yosua jalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, jaksa penuntut umum dan hakim berusaha membuka kondisi masing-masing kejiwaan dari para terdakwa.

Ahli Psikologi Reni Kusumowardhani pun dihardirkan untuk memberikan ulasan terkait kondisi psikologis dari Richard Eliezer saat diperintahkan Ferdy Sambo menembak Brigadir Yosua.

Reni pun menyebutkan pada saat itu, ada dasar kepatuhan terhadap Sambo, dimana kondisi otak rasional Eliezer pun dikalahkan oleh emosi.

Baca Juga: Weleh, Ternyata Menurut Ahli Psikologi Forensik Ferdy Sambo Orang yang Kurang Percaya Diri

Hal tersebut diungkap Reni tatkala dirinya menjawab pertanyaan dari kuasa hukum Eliezer di dalam persidangan kasus Ferdy Sambo dkk.

"Bagaimana analisis psikologi terhadap kejiwaan Bharada E pada detik-detik sebelum terjadinya penembakan yang dilakukan terhadap Yosua, khususnya ketika saudara FS perintahkan dia dengan kata-kata woy kau tembak cepat, cepat kau tembak dia?," tanya kuasa Hukum Richard Eliezer seperti dilansir dari kanal Youtube Kompas TV pada Rabu (20/12).

Pada kesempatan itu, Reni mengatakan bahwa pada kondisi psikologi Eliezer pada saat itu diakui memang dalam keadaan ketakutan. Dalam kondisi yang ketakutan itu ada emosi puncak dimana emosi itu bisa mengarahkan perilaku seseorang.

"Reaksi emosi di otak itu dapat mengaktivasi daerah otak lain untuk memulai sebuah aktivitas perilaku, contohnya kalau takut pilihanya bisa lari bisa freeze, kalau marah bisa memukul atau lainya," kata Reni.

Baca Juga: Twibbon Gratis dan Menarik untuk Rayakan Kemeriahan Tahun Baru 2023, Selengkapnya Cek di Sini!

Oleh karena itu, Reni menilai ada ketakutan yang luar biasa pada Eliezer pada saat itu sehingga memicu dirinya melakukan perintah dari Ferdy Sambo.

"Dalam hal ini dalam kondisi Richard ketakutan yang luar biasa, namun ciri kepribadian yang memang belum matang keputusan perilakunya mematuhi," tambah Reni.

Selanjutnya, kuasa hukum Richard Eliezer pun mencoba menggali terkait kemungkinan kategori status pada kliennya itu sebagai korban dalam kasus tewasnya Yosua.

"Di dalam relasi kuasanya memang dia bisa menjadi korban, namun kalau kita bicara proses psikologis ada keinginan bebas yang menjadi milik dari masing-masing orang," ujar.

Baca Juga: IndiHome Gangguan Hari Ini, Netizen Menjerit di Twitter

"Saudara ahli tadi menjelaskan bahwa Richard Eliezer memiliki tingkat kepatuhan yang sangat tinggi terhadap otoritas, dan juga ada karakter destruktif obedience sehingga jika ada perintah dari pejabat yang secara pangkat jauh lebih maka ada emosi yang kurang stabil dan tidak berani perintah dari atasan, ada orang yang seperti Richard diluar sana?," tanya kuasa hukum Eliezer.

"Pada saat Otak emosional yang lebih dominan disitu lah kontrol emosi dan regulasi emosi menjadi berkurang, Otak rasionalnya dikalahkan oleh otak emosi yang ketakutan sehingga kepatuhan itu yang lebih menonjol pada diri Richard Eliezer," tambahnya.***

Reporter Christy Ayu Saputri
Editor Vincensia Enggar Larasati