News

Jawaban 'Lupa' saat Ditanya Hakim Terpatahkan, Psikologi Putri Candrawathi Ungkap Memorinya Tergolong Baik

Oleh: Ardiany Fitri Sholekah Rabu 21 Des 2022, 14:11 WIB
Jawaban 'Lupa' saat Ditanya Hakim Terpatahkan, Psikologi Putri Candrawathi Ungkap Memorinya Tergolong Baik

AYOJAKARTA.COM - Sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir J pada hari ini menghadirkan saksi Ahli Psikologi Forensik Reni Kusumawardhani.

Seperti sidang sebelumnya, pada hari ini Rabu (21/12/2022) diagendakan untuk mendengarkan keterangan ahli untuk kelima terdakwa yaitu Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Ricky Rizal, Richard Eliezer dan Kuat Maruf.

Dikutip AyoJakarta.com dari akun YouTube KOMPAS TV (21/12/2022), saat memberikan kesaksiannya Reni Kusumawardhani menerangkan mengenai hasil dari asesmen para terdakwa.

Baca Juga: Menahan Tangis, Putri Candrawathi Minta Ahli Kriminolog Pahami Perasaannya, Sambo: Tak Mungkin Saya Bohong

Namun yang menarik adalah hasil asesmen dari terdakwa Putri Candrawathi yang mengatakan bahwa kecerdasannya berada pada tahap rata.

"Hasil pemeriksaannya, Ibu Putri Candrawathi memiliki kecerdasan yang berfungsi pada tahap rata-rata orang seusianya. Jadi berbeda dengan FS, Pak Sambo, yang memiliki kecerdasan tinggi," ucap Reni.

Ia menambahkan bahwa Putri Candrawathi memiliki pemahaman terhadap nilai sosial yang baik namun perencanaan perilakunya di lingkungan sosial tergolong kurang.

Baca Juga: Pengacara Putri Candrawathi Curiga Isi Tas Bharada E saat Masuk Rumah dan Tak Terlihat di CCTV

Reni kemudian menjelaskan bahwa fungsi memori yang dimiliki oleh Putri Candrawathi tergolong baik.

"Kapasitas dan fungsi memorinya juga tergolong baik. Kemampuannya tergolong sangat baik menangkap menyimpan dan mengelola informasi serta mengungkap kembali yang diingatnya," ujar Reni.

Jaksa Pun kemudian bertanya terkait BAP kepada Reni terkait hasil pemeriksaan dari Putri Candrawathi mengenai kebutuhan tinggi akan adanya figur yang mampu memberikan rasa aman.

Baca Juga: Tetap Pojokkan Bharada E, Pihak Putri Candrawathi Bandingkan Jawaban Richard Eliezer dan Ricky Rizal

Hasil itu seakan mematahkan dengan jawaban Putri Candrawathi yang selalu berkata 'lupa' saat ditanya hakim. 

Lebih lanjut, Reni mengatakan bahwa Putri Candrawathi memiliki dependensi (keadaan bergantung kepada orang lain karena belum dapat hidup sendiri) secara emosional kepada orang yang bisa menjadi objek bergantungnya.

"Jadi dia ini ada semacam dependensi secara emosional kepada orang yang bisa menjadi objek bergantungnya, dalam hal ini seperti kepada orang tua, kepada suami," kata Reni.

Baca Juga: Psikologi Forensik Ungkap Kepribadian Putri Candrawathi: Pemahaman Nilai Sosial yang Baik, Tapi…

Jaksa pun kemudian bertanya kepada Reni apakah saat terjadi ketakutan Putri Candrawathi akan menuju kepada orang-orang yang dia rasa aman dalam hal ini suaminya.

Ia akan mencari rasa aman kepada figur-figur yang membuat dirinya merasa aman," ucap Reni.

Jaksa pun kemudian menanyakan apakah figur-figur tersebut bisa didapatkan dari ajudan-ajudannya.

Baca Juga: Tak Ada Bukti Kekerasan Seksual pada Putri Candrawathi, Ahli Psikologi Forensik Sebut Tantangan Terberat

"Atau ajudan-ajudan yang dipercayai? Bisa?" tanya jaksa.

"Bisa juga jika ajudan itu memberikan rasa aman kepada dirinya," ujar Reni.

Jaksa kemudian mengenai kepribadian antara Sambo dan Putri, apakah keduanya saling melengkapi atau tidak. 

Baca Juga: Ahli Kriminologi Heran Ferdy Sambo Tak Suruh Putri Candrawathi Visum: Perwira Tinggi Tau Harus Ada Ini

Jaksa pun kemudian bertanya dari pola kepribadian kedua terdakwa saling melengkapi.

Reni mengatakan bahwa pasangan suami istri ini memang saling membutuhkan.

"Saling membutuhkan," ucap Reni.***

Reporter Ardiany Fitri Sholekah
Editor Desi Kris