News

Terkuak! Ternyata Depresi Putri Candrawathi Bukan Karena Diperkosa, Melainkan Karena Hal Ini..

Oleh: Rosandra Gisca Andyna Senin 19 Des 2022, 21:04 WIB
Terkuak! Ternyata Depresi Putri Candrawathi Bukan Karena Diperkosa, Melainkan Karena Hal Ini..

AYOJAKARTA.COM - Putri Candrawathi hingga kini masih saja bersikeras dan terus mendengungkan aksi perkosaan yang dialaminya diduga dilakukan oleh Brigadir J.

Bahkan sebelumnya Putri Candrawathi dilaporkan sempat mengalami depresi dan trauma atas peristiwa perkosaan yang diduga dialaminya di Magelang.

Namun hingga kini tuduhan Putri Candrawathi kepada Brigadir J masih belum dapat dibuktikan secara terang benderang.

Baca Juga: Ramai Dijodohkan dengan Happy Asmara oleh Warganet, Bupati Tuban Aditya Halindra Ajak Masyarakat Fokus Hal Ini

Hal tersebut cukup menarik perhatian Aktivis Jaringan Pembela Hak Perempuan Korban Kekerasan Seksual, Ratna Batara Munti seperti dilansir Ayojakarta.com pada kanal YouTube Kompas TV.

Dimana saat itu Ratna Batara Munti hadir dalam acara ROSI dan menerangkan perihal keraguannya terhadap pengakuan Putri Candrawathi tersebut.

Diketahui jika kuasa hukum Putri Candrawathi, Febri Diansyah sempat membeberkan bukti pelecehan seksual yang kini disebut sebagai perkosaan ada empat hal.

Salah satunya adalah bukti hasil psikologi forensik Putri Candrawathi yang menunjukkan jika Putri merasa tertekan dan depresi.

Baca Juga: Nikita Mirzani Ngamuk Hingga Lempar Mic, Warganet: Berlaku Tidak Sopan Memperberat Hukuman

Ratna mengungkapkan keraguannya, bahwa bisa saja bukan karena diperkosa, depresi Putri Candrawathi melainkan karena hal ini.

“Apakah itu relevan, apa itu ada kaitannya dengan dia sebagai korban perkosaan,” jelas Ratna.

“Kan tertekan dan depresi bisa saja karena dia tiba-tiba dari kekuasaanya dari istananya gitu ya, dari pengaruhnya yang mungkin selama ini tidak tersentuh lalu tiba-tiba runtuh, dan tiba-tiba dia terpampang di media sebagai salah satu yang terlibat dalam obstruction of justice yang dimana itu faktanya sudah ada, bisa jadi dia dapatkan trauma dan tertekan,” tambahnya.

Ratna juga menjelaskan bahwa saat ini Putri Candrawathi bukan mengaku kekerasan psikis melainkan tindakan persetubuhan atau perkosaan.

Baca Juga: Bukan Jawa, Hard Gumay Ramal di 3 Lokasi Ini akan Ada Gelombang Besar Tahun 2023: Banyak yang Teriak

Dimana menurut Ratna perkosaan jelas unsurnya ada berupa ancaman kekerasan, adanya penggunaan kekerasan, dan persetubuhan itu sendiri.

“Itu nggak relevan dengan kalau buktinya hanya dari hasil psikologi forensik, kalau persetubuhan itu harus dibuktikan memang ada upaya penetrasi alat kelamin pria ke wanita secara paksa,” terang Ratna.

“Dan itu biasanya dalam kasus-kasus kekerasan seksual itu ada dengan visum et repertum itu yang paling mengena untuk alat buktinya, bukan dengan alat bukti yang lain-lainnya,” tambah Ratna menjelaskan.

Menurut Ratna, tuduhan perkosaan yang didengungkan Putri Candrawathi kepada Brigadir J harus ada bukti persetubuhan yang nyata.***

Reporter Rosandra Gisca Andyna
Editor Vincensia Enggar Larasati