AYOJAKARTA.COM – Sebuah cuitan belakangan ini ramai dibicarakan oleh pengguna sosial media.
Pasalnya cuitan tersebut membicarakan perkiraan gempa bumi dan tsunami yang belakangan menjadi isu hangat di kalangan masyarakat.
Cuitan tersebut disampaikan oleh Tifauzia Tyassuma atau akrab disebut @DokterTifa melalui akun Twitternya.
Dikutip Ayojakarta.com dari laman jatimnetwork.com dan Twitter @DokterTifa dan @daryonoBMKG pada 17 Desember 2022, Dokter Tifa merupakan seorang Ahli Epidemiologi, selain itu ia juga merupakan seorang aktivis Sosial dan penulis.
Dokter Tifa merupakan lulusan dari Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia dan Universitas Padjadjaran.
Di dalam dunia sosial media ia lebih banyak dikenal warganet dengan berbagai pernyataan kontroversial.
Termasuk cuitan yang ia sampaikan 16 Desember 2022 lalu mengenai perkiraan gempa dan tsunami.
"Perkiraan Gempa dan Tsunami besar terjadi antara 20 Desember 2022 sampai dengan 23 Januari 2023. Titik kejadian belum diketahui karena ada 18 titik potensi, sesuai BMKG. Semua daerah siaga. Dan berdoa semoga Allah swt melindungi kita semua dari marabahaya dan malapetaka. Perkuat IRON DOME," cuit akun @DokterTifa.
Bahkan ia menjadikannya thread atau membalas cuitannya sendiri dengan membahas apa itu Iron Dome.
"Yang belum jadi Anggota SDT, IRON DOME itu adalah Kubah Raksasa pelindung Indonesia, yang disusun dari doa, zikir, shalawat, sedekah, amal jariyah, yang dilakukan oleh orang-orang sholeh. Jadilah orang sholeh yg membantu terus memperkuat IRON DOME," tulis Dokter Tifa.
Cuitan tersebut langsung mendapatkan beragam komentar dari warga Twitter.
"Tweet saya screenshot, saya kirim ke BMKG, semoga ada jawaban. Setahu saya BMKG gak pernah ngeluarin statement perkiraan gempa dan tsunami apalagi dengan rentang waktu yang jelas seperti itu," cuit akun @gianysheva.
"Dah kayak dukun, banyak ahli hanya memperkirakan tanpa bisa memberi kapan waktunya, ini kok sudah bisa kasih waktunya, sudah dapat bisikan dari setan mana?" cuit @dSoesanto78.
Seorang pengguna Twitter lainnya kemudian mencoba menanyakan kepada Daryono yang merupakan Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG.
"Pak @DaryonoBMKG apa ini benar? Saya baru tahu ada komen begini. HOAX kah, Pak?" cuit akun @Ubai_mou.
Cuitan tersebut kemudian mendapatkan balasan dari Daryono melalui akun Twitternya.
"Just illusion," balas akun @DaryonoBMKG.
Lebih lanjut, Daryono, Koordinator Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Jakarta, menjawab.
"Tidak benar kak, para ahli gempa belum bisa memprediksi hal ini," balas Daryono pada Twitternya.
Selain itu, Daryono juga pernah mengimbau agar media mencermati sumber asli dalam membuat berita, melalui cuitannya terkait berita pemantauan gempa dan tsunami di Jepang karena naiknya aktivitas vulkanik gunung berapi di Indonesia.
"Saya mengunggah laman NHK yang sudah diterjemahkan itu sebagai bukti bahwa tidak ada apa apa yang patut dikhawatirkan. Ini buat klarifikasi beberapa media indonesia yang menulis seolah ada sesuatu yang akan terjadi. Maka saya minta kepada media kita cermati sumber aslinya jangan membuat kita takut," tulis Daryono di @DaryonoBMKG.***