News

Sumber Ramalan Prabu Jayabaya, Raja Kediri yang Dikenal Masyarakat Jawa sebagai Sosok Raja Mumpuni

Oleh: Karseno AJ Minggu 18 Des 2022, 06:15 WIB
Ilustrasi ramalan Jayabaya.

AYOJAKARTA.COM – Nama Jayabaya dalam kebudayaan Nusantara, khususnya Jawa seringkali dikaitkan sosok Raja dengan spiritualitas mumpuni.

Ramalan Jayabaya tentang kedatangan bangsa penjajah, pulau Jawa yang dikelilingi cincin besi atau rel kereta, ia juga pernah meramalkan tentang terbelahnya pulau Jawa.

Diadaptasi menjadi salah satu nama perguruan tinggi di Jakarta, lantas siapakah sebenarnya sosok Jayabaya?

Baca Juga: Sederet Ramalan Jayabaya Ini Bikin Merinding, Sebut Ada Bencana Alam Dahsyat di Tahun 2023!

Dia bergelar Sri Maharaja Sang Mapanji Jayabaya Sri Warmeswara Madhusudana Awataranindita Sutristingha Parakrama Uttunggadewa.

Dilansir AyoJakarta.com dari berbagai sumber, dia merupakan raja sekaligus pujangga yang memerintah kerajaan Kediri pada sekitar tahun 1135 sampai dengan tahun 1157.

Di bawah kekuasaannya, ia berhasil membawa Kediri mencapai masa kejayaan dengan peninggalan sejarah berupa prasasti Hantang pada tahun 1135.

Baca Juga: Heboh! Ramalan Jayabaya Ungkap 3 Sosok yang Berpotensi Jadi Presiden Pengganti Jokowi di 2024, Siapa Saja?

Pada prasasti Hantang atau biasa disebut Ngantang, terdapat semboyan Panjalu Jayati  yang berarti Kediri Menang.

Dalam kesusastraan Jawa periode Mataram Islam dan sesudahnya, nama Prabu Jayabaya diabadikan dalam naskah Babad Tanah Jawi dan Serat Aji Pamasa.

Jayabaya merupakan tokoh yang identik dengan ramalan masa depan Nusantara, ramalan tersebut berada dalam naskah Serat Jayabaya Musarar dan Pramesti Wakiah.

Dalam serat Jayabaya Musarar, dikisahkan ia berguru pada seorang ulama bernama Maulana Ngalisa Sujen.

Baca Juga: 5 Ramalan Jayabaya Tahun 2023, Kondisi Alam Menghawatirkan Hingga Letusan Gunung Berapi

Dari ulama tersebut kemudian Jayabaya mendapat gambaran tentang pulau Jawa sejak zaman Aji Saka hingga datangnya hari Kiamat.

Menurut Ronggo Warsito yang merupakan tokoh pujangga asal Surakarta, ramalan-ramalan Jayabaya pada umumnya bersifat Anoname.

Namun bagi masyarakat Jawa, ramalan Jayabaya atau Jangka Jayabaya adalah ramalan yang ditulis atau diucapkan langsung oleh Raja Kerajaan Kediri yang Perkasa.

Meski demikian, dua pujangga yang hidup sezaman dengan Prabu Jayabaya yaitu Mpu Sedah dan Mpu Manuluh tidak sekalipun membahas karya tulis Jayabaya.

Karena itu, para sarjana telah bersepakat bahwa sumber ramalan Jayabaya berasal dari Kitab Asrar atau Musarar.

Baca Juga: Pulau Jawa Disebut akan Terbelah Menjadi Dua, Akankah Ramalan Jayabaya Menjadi Nyata?

Kitab tersebut dikarang oleh Sunan Giri Taren atau Sunan Giri Ketiga, yang dikumpulkan pada tahun 1618 masehi.

Sedangkan kitab Jangka Jayabaya pertama yang dipandang asli adalah hasil karya Pangeran Wijing I yang disebut Pangeran Kadilangu II pada tahun 1741-1743 masehi.

Jayabaya turun tahta pada usia tua dan dikisahkan moksa di desa Menang Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri.***

Reporter Karseno AJ
Editor Tedi Rukmana