News

Hasil Uji Poligraf Terindikasi Berbohong, Ferdy Sambo Layangkan Protes sedangkan Putri Candrawathi Menangis!

Oleh: Cita Aryani. M Jumat 16 Des 2022, 05:15 WIB
Hasil Uji Poligraf Terindikasi Berbohong, Ferdy Sambo Layangkan Protes sedangkan Putri Candrawathi Menangis!

AYOJAKARTA.COM - Dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan Yosua, Ferdy Sambo menyayangkan hasil uji poligraf yang menyebutkan bahwa dirinya bersama Putri Candrawathi terindikasi berbohong.

Ia lalu melayangkan protes atas hasil uji poligraf yang dilakukan oleh ahli poligraf Aji Febrianto Ar-Rosyid lantaran saat pembuktian di Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) hanya berdasarkan isu yang beredar di masyarakat terkait kasus pembunuhan tersebut.

“Kami ingin sampaikan khusus ke ahli poligraf. Kami ingin menyampaikan bahwa sangatlah disayangkan dalam pembuktian yang dilakukan oleh Puslabfor ini hanya berdasarkan isu, kemudian titipan penyidik,” kata Ferdy Sambo dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Rabu (14/12/2022).

Baca Juga: Mengejutkan! Richard Eliezer Beri Tanggapan Menohok Atas Keterangan Saksi Ahli Poligraf dan Ahli Balistik

Ferdy Sambo juga mengingatkan bahwa yang disampaikan di persidangan dapat berdampak pada keluarganya di rumah.

“Ahli harusnya menyadari dampak yang ahli berikan terhadap hasil ini kepada keluarga saya, tapi inilah faktanya Yang Mulia, tidak ada hubungannya dengan perkara 340 yang ahli tanyakan ke istri saya,”ucap Ferdy Sambo dikutip ayojakarta.com dari YouTube kompastv, Kamis (15/12/2022).

Suami Putri Candrawathi itu mengatakan akan lebih baik apabila pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam proses uji poligraf disusun berdasarkan fakta dan independensi ahli dalam pengungkapan perkara.

Baca Juga: Terkuak Pertanyaan Untuk Putri Candrawathi Saat Tes Poligraf, Ada Hubungan Romastis dengan Brigadir J?

Dengan kata lain, pertanyaan itu tak serta-merta diberikan oleh pihak penyidik.

“Nanti majelis akan menilainya,” kata Majelis Hakim saat Ferdy Sambo membantah hasil uji poligraf tersebut.

Sementara itu, Putri Candrawathi menyebutkan bahwa dirinya terpaksa melakukan tes tersebut karena takut dibilang tidak kooperatif.

Putri Candrawathi menangis ketika diminta tanggapan terkait hasil tes poligraf.

Baca Juga: Mengejutkan! Amankan DVR CCTV Kasus Pembunuhan Brigadir J, Irfan Widyanto Akui Tak Pegang Surat Perintah

Sambil terbata-bata, Putri Candrawathi mengaku diminta menceritakan peristiwa kekerasan seksual yang dialaminya di Magelang pada tanggal 7 Juli 2022, ketika mengikuti tes poligraf.

Dalam pengakuannya, Putri Candrawathi menjelaskan bahwa ia masih trauma karena dirinya harus menceritakan peristiwa dugaan pelecehan seksual yang dialaminya.

“Namun salah satu pemeriksa menyampaikan, ibu harus menceritakan karena ibu sudah di sini. Kalau tidak salah itu yang menyampaikan adalah Bapak Aji sendiri,” ucap Putri Candrawathi.

"Saya menangis karena di dalam ruangan itu hanya ada dua orang pria. Saya harus menceritakan peristiwa kekerasan seksual yang saya alami tanpa didampingi oleh psikolog atau pengacara. Saat itu saya hanya bisa menangis, tapi diminta untuk melanjutkan dan saya melanjutkan karena saya takut dibilang tidak kooperatif dalam pemeriksaan,” kata Putri Candrawathi membela diri.

Seperti diketahui, pembunuhan berencana terhadap Brigadir J terjadi pada Jumat 8 Juli 2022 di rumah dinas Ferdy Sambo yang terletak di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan.***

Reporter Cita Aryani. M
Editor Fathul Amanah