News

Mengapa Hari Ibu Pada 22 Desember? Simak Sejarah Hari Ibu dan Link Download 17 Twibbon Hari Ibu di Sini!

Oleh: Zharifah Ardiana Selasa 13 Des 2022, 20:24 WIB
Simak sejarah hari ibu di sini!

AYOJAKARTA.COM – Menjelang Hari Ibu yang biasa dirayakan pada tanggal 22 Desember setiap tahunnya, banyak ide ucapan, dan kado yang ingin dihadiahkan kepada ibu tercinta.

Tetapi, mengapa disebut Hari Ibu hanya pada 22 Desember? Mengapa tidak merayakan Hari Ibu Internasional yang berbeda tanggal tidak seperti Hari Ibu di Indonesia?

Melalui artikel yang dikutip dari bkd.jogjaprov.go.id oleh ayohakarta.com pada 13 Desember 2022, ini sejarah Hari Ibu di Indonesia.

Baca Juga: Memanas! Pengacara Ferdy Sambo Bentak Richard Eliezer Sampai Ditegur Hakim, Ternyata Ributkan Hal Ini

Penetapan tanggal 22 Desember sebagai perayaan Hari Ibu diputuskan dalam Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938.

Peristiwa itu dianggap sebagai salah satu tonggak penting sejarah perjuangan kaum perempuan Indonesia. Pemimpin organisasi perempuan dari berbagai wilayah se-Nusantara berkumpul menyatukan pikiran dan semangat untuk berjuang menuju kemerdekaan dan perbaikan nasib kaum perempuan.

Berbagai isu yang saat itu dipikirkan untuk digarap adalah persatuan perempuan Nusantara, keterlibatan perempuan dalam perjuangan melawan kemerdekaan, dan berbagai aspek pembangunan bangsa, perdagangan anak-anak dan kaum perempuan, perbaikan gizi dan kesehatan bagi ibu dan balita, pernikahan usia dini bagi perempuan, dan sebagainya.

Baca Juga: Viral Tatapan Ngeri Ferdy Sambo ke Bharada E saat di Persidangan, Netizen: Terlihat Dendam dan Penuh Ancaman

Presiden Soekarno menetapkan melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959 bahwa tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu dan dirayakan secara nasional hingga kini.

Misi diperingatinya Hari Ibu pada awalnya lebih untuk mengenang semangat dan perjuangan para perempuan dalam upaya perbaikan kualitas bangsa ini. Dari situ pula tercermin semangat kaum perempuan dari berbagai latar belakang untuk bersatu dan bekerja bersama.

Sekarang, Hari Ibu tidak hanya digunakan untuk momen mengenang jasa perjuangan para perempuan, tetapi lebih ke menghargai jasa seorang ibu yang telah melahirkan dan membesarkan seorang anak.

“Tapi, interpretasi kita saat ini dalam memperingati Hari Ibu sudah meleset, menjadi harinya ibu-ibu,” terang seorang sejarawan Dr.Phil Ichwan Azhari mengatakan, Hari Ibu itu ditetapkan berkaitan dengan politik. Karena awalnya dari sebuah gerakan perempuan.

Baca Juga: Gempa Bali 13 Desember: Beberapa Kali Goyang Karangasem, Ini Dampaknya

Akan tetapi, semua makna dari Hari Ibu pada akhirnya sama yaitu mengingat perjuangan para ibu, perempuan, untuk mencerdaskan bangsa, mendidik, hingga mengorbankan segala hal demi keluarga atau dalam artian lebih besar, negara.

Dalam rangka memperingati Hari Ibu, ayojakarta.com telah mengutip dari twibbonize.com beberapa twibbon yang bisa digunakan untuk menghiasi media sosial dan memeriahkan Hari Ibu.


https://www.twibbonize.com/hariibu75

https://www.twibbonize.com/selamathariibuku

https://www.twibbonize.com/hariibuteknodech8

https://www.twibbonize.com/twibbonhariibufoto

https://www.twibbonize.com/smktakiahariibu

https://www.twibbonize.com/hariibuteknodech6

https://www.twibbonize.com/hariibuteknodech1

https://www.twibbonize.com/hariibubersamaputibungsu

https://www.twibbonize.com/hariibunasionall

https://www.twibbonize.com/hariibumadusalam

https://www.twibbonize.com/selamatharibhsibu2022

https://www.twibbonize.com/hariibudesember

https://www.twibbonize.com/harbunas21

https://www.twibbonize.com/hilyahariibu

https://www.twibbonize.com/hariibutkbhayangkari53

https://www.twibbonize.com/campaign-mothersday

https://www.twibbonize.com/hariibuuuu


Adapun cara memasangnya sangat mudah. Pertama tekan salah satu link atau tautan daftar di atas.

Kemudian pilih foto, dan sesuaikan gambar dengan bingkai atau twibbon.

Setelah itu, jangan lupa untuk menekan unduh atau download agar bisa digunakan di berbagai media sosial, baik sebagai status (story) ataupun foto profil (profile picture) atau display picture.***

Reporter Zharifah Ardiana
Editor Vincensia Enggar Larasati