News

Kepulauan Meranti Ingin Melepaskan Diri dari Indonesia sampai Ancam Angkat Senjata, Ada Apa?

Oleh: Awit Wiarni Selasa 13 Des 2022, 14:02 WIB
Kepulauan Meranti Ingin Melepaskan Diri dari Indonesia sampai Ancam Angkat Senjata, Ada Apa?

AYOJAKARTA.COM - Kepulauan Meranti melalui bupatinya, menyampaikan kekecewaannya kepada Pemerintah Indonesia.

Saking kecewanya, Kepulauan Meranti bahkan menawarkan melepaskan diri dari Indonesia.

Beredar kabar, ada perseteruan antara Bupati Kepulauan Meranti dengan Kementerian Keuangan.

Dikutip AyoJakarta.com dari YouTube Narasi Newsroom pada Selasa (13/12/2022), Bupati Kepulauan Meranti Muhammad Adil mengatakan bahwa Kementerian Keuangan beranggotakan iblis dan setan.

Baca Juga: PDIP Dukung Slogan Baru Jakarta Buatan Heru Budi Hartono, Politisi Golkar Justru Kritik

Pada rapat koordinasi Pengelolaan Pendapatan Belanja Daerah Se-Indonesia di Pekanbaru pada Kamis (8/12/2022), Bupati Kepulauan Meranti menyampaikan kekesalannya kepada Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan.

“Saya sudah melakukan berulang pak, berulang kali, sampai ketiga kali menyurati Bu Menteri untuk audensi tapi alasannya Kementerian Keuangan mintanya online online online,” ungkap Adil.

“Sampai ke Bandung saya kejar orang Kementerian Keuangan juga tidak dihadiri oleh yang kompeten. Sampai waktu itu saya ngomong ini orang keuangan isinya iblis atau setan,” ujar Adil.

Kekesalan Adil ini lantaran merasa dana bagi hasil minyak di Kepulauan Meranti tidak adil.

Baca Juga: Heru Budi Hartono Dihujat Habis-habisan Gegara Ganti Slogan Jakarta, Apa Sih Tujuannya?

Bupati Kepulauan Meranti Kabupaten Riau ini merasa wilayahnya diperlakukan dengan tidak adil.

Dana bagi yang diterima Meranti mengalami penurunan padahal harga minyak dunia sedang mengalami lonjakan hingga 100 dollar Amerika Serikat per barel.

Kepulauan Meranti sudah menjadi produsen minyak semenjak tahun 1973 dengan 222 sumur minyak yang dibor.

Jumlah sumur bor minyak mengalami penambahan sebanyak 13 sumur pada tahun 2022 dan akan ada penambahan lagi sebanyak 19 sumur pada 2023.

Baca Juga: Oknum Anggota Polres Kepulauan Seribu Viral Hamili Kekasih, Kini Jalani Patsus

Meranti menghasilkan minyak sebanyak 8 ribu barel dalam sehari.

Walaupun sudah menghasilkan minyak dalam jumlah yang banyak tapi ternyata tidak bisa membantu ekonomi Meranti.

Menurut Adil, hal ini disebabkan karena tidak ada hitung-hitungan yang jelas dari pemerintah pusat.

Akibatnya banyak keluarga di Meranti yang hidup di bawah garis kemiskinan.

Baca Juga: Terbaru! Oknum Polisi yang Viral Hamili Pacar dan Suruh Gugurkan Kandungan Ditangkap Polres Kepulauan Seribu

Saking kecewanya Adil dengan pemerintah pusat, dirinya menawarkan untuk ikut ke negara tetangga saja.

“Makanya maksud saya kalau bapak tak mau urus kami ini, pusat tidak mau mengurus Meranti kasihkan kami ke negeri sebelah. Kan saya ngomong, atau bapak tak paham juga omongan saya? Atau perlu Meranti angkat senjata?” ucap Adil dengan penuh emosi.

“Kan tak mungkin kan. Ini menyangkut masyarakat Meranti yang miskin ekstrim pak,” sambungnya.

Baca Juga: Kini Jadi Ancaman, Gempa Megathrust Ternyata yang Lahirkan Kepulauan Indonesia, Kok Bisa?

Setelah Bupati Kepulauan Meranti mengungkapan kekesalannya, Kementerian Keuangan buka suara melalui Staf Khusus Bidang Komunikasi Strategis, Yustinus Prastowo.

“Kami keberatan dan menyayangkan pernyataan Bupati Meranti saudara Adil yang sungguh-sungguh tidak adil karena mengatakan pegawai Kementerian Keuangan iblis atau setan ini jelas ngawur dan menyesatkan,” ujar Yustinus.

“Untuk itu kepada saudara Muhammad Adil agar segera minta maaf secara terbuka dan melakukan klarifikasi agar tidak terjadi penyesatan publik yang lebih luas,” tambah Yustinus.***

Reporter Awit Wiarni
Editor Fathul Amanah