News

BRIN: Waspada Potensi Tsunami 34 Meter yang Dipicu Gempa Megathrust di Selatan Pulau Jawa!

Oleh: Rosandra Gisca Andyna Selasa 13 Des 2022, 11:10 WIB
BRIN: Waspada Potensi Tsunami 34 Meter yang Dipicu Gempa Megathrust di Selatan Pulau Jawa!

AYOJAKARTA.COM - Wilayah selatan Pulau Jawa terutama daerah Jawa Barat dan barat daya Sumatera ternyata menyimpan potensi gempa megathrust yang dapat memicu tsunami 34 meter.

Namun gempa megathrust dan tsunami 34 meter masih merupakan potensi dan belum dapat diprediksi kapan akan terjadi.

Potensi tsunami 34 meter yang dipicu gempa megathrust sebaiknya harus diwaspadai lebih serius.

Dikutip Ayojakarta.com dari laman BRIN Selasa 13 Desember 2022, penelitian merupakan salah satu bentuk mitigasi dalam upaya meningkatkan kewaspadaan.

Baca Juga: Potensi Gempa Megathrust Pemicu Tsunami 34 Meter di Jawa dan Sumatra, Pakar BRIN: Harus Tingkatkan Kewaspadaan

Hal tersebut diungkapkan oleh Pakar Tsunami dari BRIN, Widjo Kongko yang menanggapi jurnal penelitian terbaru dari BMKG.

Penelitian tersebut dilakukan oleh peneliti BMKG, Pepen Supendi bersama tim dengan judul Natural Hazards yang telah rilis Oktober 2022 lalu.

Hasil penelitian Pepen tersebut menyebutkan bahwa gempa bumi megathrust dengan magnitude 8.9 dapat berpotensi tsunami dengan ketinggian gelombang mencapai 34 meter.

Potensi tsunami 34 meter yang dipicu gempa megathrust ini perlu diwaspadai khususnya bagian selatan Jawa dan barat daya Sumatera.

Bahkan diperkiraan tsunami akan menjalar melalui Selat Sunda memasuki Pantai Utara Jawa dan tenggara timur Sumatera.

Baca Juga: Ancaman Serius Megathrust! Pakar Tsunami BRIN: Wilayah Jawa dan Sumatera Harus Tingkatkan Mitigasi Bencana

Widjo mengatakan bahwa dampak yang ditimbulkan dari gempa megathrust dan tsunami 34 meter ini jauh lebih besar dari tsunami di Aceh tahun 2004 silam.

“Oleh karena itu, perlu adanya upaya mitigasi dan peningkatan kewaspadaan dan khususnya sistem peringatan dini dan jalur serta tempat evakuasinya,” jelas Widjo.

Gempa megathrust merupakan pecahnya batas lempeng yang terjadi di bidang kontak dua lempeng tektonik yang bertemu di zona subduksi.

EOS Science News By American Geophysical Union menyebutkan bahwa megathrust terjadi akibat adanya gerakan relatif antar lempeng tidak terbendung dan tekanan terkumpul di area dua lempeng, sehingga pelepasanya melalui gempa dahsyat yang disebut megathrust.

Baca Juga: Potensi Tsunami 34 Meter Dipicu Gempa Megathrust di Selatan Jawa dan Sumatra, Pakar BRIN: Tapi Tak Tahu Kapan

Widjo mengatakan penelitian terkait megathrust ini memang harus ditanggapi dengan serius karena menurutnya dampak yang diakibatkan berpotensi katastropik dan luar biasa.

Kewaspadaan juga harus ditingkatkan terutama untuk warga di daerah pesisir tepi pantai di seluruh kepulauan khususnya daerah Jawa dan Sumatera serta negara–negara sekitar Samudera Hindia.

Salah satu bentuk kewaspadaan adalah dengan mempelajari mitigasi bencana dengan lebih baik.

Sedangkan mitigasi bencana yang sudah ada menurut Widjo haruslah dikaji ulang dan dievaluasi apakah sudah cukup untuk mengatasi potensi gempa bumi megathrust dan tsunaminya dari kajian terbaru tersebut.

Selain itu dapat pula dibuatkan rencana kontijensi dan rencana operasisi, peta-peta jalur evakuasi serta sistem peringatan dini.***

Reporter Rosandra Gisca Andyna
Editor Fathul Amanah