AYOJAKARTA.COM-- Terdakwa Ferdy Sambo kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua tampak marah dan menahan emosi sesaat dicecar pertanyaan oleh penasehat hukum Richard Eliezer.
Hal tersebut terungkap saat Ferdy Sambo menjawab pertanyaan dari penasihat hukum Eliezer kemarin di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Diketahui Sambo dihadirkan dalam agenda pemeriksaan saksi atas terdakwa Richard Eliezer saat persidangan terbuka di PN Jakarta Selatan.
Baca Juga: Kini Jadi Ancaman, Gempa Megathrust Ternyata yang Lahirkan Kepulauan Indonesia, Kok Bisa?
Dilansir Ayojakarta.com dari kanal Youtube Kompas Tv pada Jumat 9 Desember 2022, Sambo tampak kesal saat dicecar deretan pertanyaan seperti demikian.
"Saya mencoba merangkai pertanyaan sesuai dengan pernyataan anda bahwa anda tidak suruh klien kami yang menembak, jika begitu bukankah polisi itu adalah pihak yang berkewajiban menangkap pelaku kejahatan?," tanya kuasa hukum Eliezer.
"Saya kan sudah sampaikan bahwa saya sudah menerima resiko dipecat dari apa yang saya lakukan, kan sudah selesai itu sekarang kita sisa bagaimana kemudian saya memberikan kesaksian kepada adik-adik saya yang ada ini," ujar Sambo.
Kemudian, Ferdy Sambo kembali menegaskan bahwa dirinya sendiri menerima ganjaran dari perbuatannya itu dari dipecat dari satuan kepolisian hingga harus menjalani proses hukum saat ini.
"Saya sudah menerima semua akibat dari yang penasihat hukum sampaikan bahwa saya tidak memakai logika, itu saya sudah siap hadapi dan sudah dipecat dan kemudian sudah menjalani proses hukum," tegas Sambo,
Selanjutnya pengacara Eliezer pun kembali melontarkan pertanyaan terkait keterlibatan Sambo terhadap kematian Yosua, secara jelas Sambo menyebutkan bahwa dirinya saat ini memang ikut andil dalam peristiwa tersebut.
"Sepengetahuan saksi saudara Yosua itu mati karena perbuatan siapa?," tanya kuasa hukum Eliezer.
"Sepengetahuan saya ya karena penembakan," jawab Sambo.
"Kalau kematian itu karena penembakan yang dilakukan Richard, apakah saudara ikut andil dalam kematian Yosua," tanya kuasa hukum Eliezer.
Selanjutnya Sambo pun masih mencoba untuk bungkam dan mengalihkan bahwa peristiwa itu biarlah hakim yang berhak menilai, saat itulah suara Sambo terdengar menahan kekesalan dan emosi kepada penasihat Eliezer.
"Nanti silahkan hakim yang menilai, saya tidak mungkin menyampaikan itu," jawab Sambo.
"Justru saya bertanya, Apakah saudara berdasarkan fakta yang saudara ketahui, memiliki andil yang menyebabkan kematian Yosua atau tidak," kembali penasihat Eliezer bertanya.
Pada akhirnya Ferdy Sambo yang tidak lain merupakan mantan komandan Richard Eliezer itu pun mengakui keterlibatannya dalam pembunuhan Brigadir Yosua.
"Harusnya sudah bisa menilai bahwa kalau saya tidak punya adil, tidak mungkin saya duduk di sini," jawab Sambo emosi,***