AYOJAKARTA.COM - Ferdy Sambo menjadi saksi dalam persidangan terdakwa Richard Eliezer atau Bharada E pada kasus kematian Brigadir J pada tanggal 7 Desember 2022.
Sejumlah pertanyaan diajukan oleh hakim serta Ronny Talapessy selaku kuasa hukum dari Richard Eliezer atau Bharada E.
Dikutip Ayojakarta dari YouTube Kompas TV dan Instagram @sandi1553 pada Jumat 9 Desember 2022, sejumlah informasi terkait jalannya persidangan tersebut didapatkan.
“Pernahkah Richard Eliezer menolak atau membangkang perintah saudara saksi?” tanya Ronny Talapessy kepada Ferdy Sambo.
“Tidak pernah,” jawab Ferdy Sambo dengan intonasi suara lemah dan pelan.
Sejumlah pertanyaan yang diajukan oleh kuasa hukum, jaksa maupun hakim dijawab oleh Ferdy Sambo dengan intonasi suara serta ekspresi yang bervariasi.
Perubahan ekspresi Ferdy Sambo tersebut ditanggapi oleh Monika Kumalasari selaku pakar mikro ekspresi.
“Terkait ekspresi Ferdy Sambo yang ramai oleh publik dinilai sebagai kebohongan, saya menilai berdasar sisi saintific,” kata Monika membuka frame disclaimer.
Menyikapi perubahan gaya berbusana dan intonasi suara Ferdy Sambo dalam persidangan, Monika pun memberi komentar.
“Overall, penampilan Sambo kali ini berbeda dan keluar dari base line-nya yang biasa ia perlihatkan, lebih lembut dan lunak,” ujar Monika.
Pada konteks kejujuran, Monika menjelaskan dengan memberikan definisi mengenai kejujuran itu sendiri.
“Kejujuran adalah ketika seseorang mengungkapkan secara apa adanya berdasarkan pengalaman, sehingga emosinya juga akan biasa saja,” jelas Monika.
Monika menjelaskan, jika hakim sampai mengucapkan Ferdy Sambo berbohong tentu karena hakim punya metode tersendiri dalam membuat penilaian.
Baca Juga: Akhirnya Terungkap Ferdy Sambo Terbukti Melontarkan Tembakan Mematikan ke Arah Brigadir Yosua
Di mana CBSA atau Criteria Base Statement Analysis merupakan salah satu alat atau metode untuk menemukan kebocoran fakta.
Ketika Ferdy Sambo memberi pernyataan, Monika juga mengamati ekspresi Richard Eliezer yang menanggapi kesaksian tersebut dengan gelengan kepala.
“Jadi menggelengkan kepala, artinya adalah apa yang anda katakan tidaklah benar,” jelas Monika tegas.***