AYOJAKARTA.COM-- Kasus pembunuhan Brigadir Yosua masih berlanjut, berganti terdakwa Ferdy Sambo diberikan kesempatan untuk memberikan kesaksiannya soal tewasnya Yosua.
Ketiga terdakwa lain pun dihadirkan dalam persidangan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kemarin, diantaranya yakni Richard Eliezer, Ricky Rizal, dan Kuat Maruf.
Dalam persidangan itu, terekam moment mantan Kadiv Propam Ferdy Sambo itu seolah membenarkan sanggahan Richard Eliezer dengan mengangguk dan menunduk.
Baca Juga: Ucapan Selamat Natal Bahasa Inggris, Ada 40 Pilihan Penuh Makna, Cocok Diucapkan ke Orang Tercinta
Pada saat itu, Eliezer menyebutkan beberapa sanggahan atas kesaksian Ferdy Sambo di hadapan majelis. Menurutnya keteranganya itu masih banyak yang salah terkait kronologi penembakan Yosua di Rumah Duren Tiga pada 8 Juli 2022 silam.
"Banyak yang salah yang mulia," kata Richard menanggapi pertanyaan Ketua Majelis Hakim seperti dilansir Ayojakarta.com dari kanal Youtube Kompas Tv pada Kamis, 8 Desember 2022.
"Pertama pada saat di lantai 3 rumah saguling. Tidak ada kata-kata beliau yang menanyakan ke saya apakah kamu siap back up saya?"kata Eliezer.
Menurut Eliezer bahwa yang benar pada saat itu Ferdy Sambo lah yang sudah memerintahnya untuk menembak Yosua.
Baca Juga: Simak Baik-baik! Jadwal Libur Natal 2022 dan Tahun Baru 2023, Agendakan Liburan Bersama Keluarga
"Saat itu beliau perintahkan ke saya untuk tembak yosua dan menceritakan tentang skenario untuk di Duren Tiga. (Kedua) Beliau juga membantah pemberian amunisi, karena saat itu beliau meminta saya menambahkan amunisi," ungkap Eliezer.
Pada beberapa sanggahan itu lah, Ferdy Sambo justru tersorot kamera tampak beberapa kali menggunakan kepal dan menunduk mendengarkan keterangan Richard Eliezer.
Gerak geriknya itu kemudian dicurigai sebagai suatu pembenaran atas peristiwa yang sesunggunya seperti apa yang disampaikan oleh Richard Eliezer, secara tidak langsung.
"Saat Yosua masuk, pak FS menarik leher dan menyuruhnya berlutut. saya membantah juga soal kata-kata menghajar, dengan keras beliau sampaikan woi tembak cepat kau tembak dan saya melihat beliau tembak ke arah Yosua dan saya juga tidak menembak Yosua sebanyak lima kali," ujar Eliezer di hadapan hakim.***