News

Luapkan Kekecewaannya Sambil Menahan Tangis di Depan Ferdy Sambo, Arif Rachman Arifin: Sedih Yang Mulia!

Oleh: Linda Wati Rabu 07 Des 2022, 14:58 WIB
Luapkan Kekecewaannya Sambil Menahan Tangis di Depan Ferdy Sambo, Arif Rachman Arifin: Sedih Yang Mulia!

AYOJAKARTA.COM - Arif Rachman Arifin, salah satu terdakwa obstruction of justice atas perkara Ferdy Sambo dihadirkan sebagai saksi pada sidang lanjutan, Selasa (6/12/2022).

Dalam kesaksiannya, Arif Rachman Arifin sempat berkaca-kaca ketika ia meluapkan kekecewaaanya kepada Ferdy Sambo.

Dikutip AyoJakarta.com dari YouTube Kompas TV pada Rabu (7/12/2022), ia mengungkapkan terkait barang bukti yang masih disimpan pada harddisk Baiquni Wibowo.

“Kemudian Baiquni sempat menyampaikan bang buat jaga-jaga bang. Ya bolehlah kita simpan terus Baiquni menyarankan disimpan di flashdisk, terus saya bilang kalau disimpan di flashdisk itu gampang rusak dan gampang ilang,” ujar Arif Rachman Arifin.

“Terus Baiquni menyampaikan saya kebetulan punya eksternal harddisk bang, sekalian saya back up file pribadi sebelum laptop saya serahkan, ya sudah nggak apa-apa,” tambahnya.

Baca Juga: Kuat Ma'ruf Mengaku Berbohong, Jaksa: Berbohong yang Konsisten

Ia mengaku mendapat perintah dari Ferdy Sambo untuk menghancurkan laptop yang berisikan barang bukti.

“Malamnya Pak Ferdy sempat menelpon saya lagi, menanyakan sudah kamu kerjakan belum, saya bilang siap sudah karena laptopnya sudah dibawa oleh Baiquni,” ujar Arif Rachman Arifin.

Disebutkan bahwa laptop itu dibawa Baiquni Wibowo karena ingin memback up data tersebut.

Meskipun demikian, ia mengaku ragu untuk menghancurkan laptop tersebut keesokan harinya.

Baca Juga: Panas! Bantah Kesaksian Bharada E, Ferdy Sambo Tantang Adu Kebenaran di Persidangan

Di samping itu ia merasa kecewa dan sedih atas nasib yang menimpa dirinya.

Bak jatuh tertimpa tangga, eks Wakaden Paminal ini harus mendapat hukuman PTDH serta menjadi terdakwa atas kasus pembunuhan Brigadir J.

“Sedih Yang Mulia, saya hanya bekerja Yang Mulia,” ujar Arif Rachman Arifin sambil menahan tangis.***

Reporter Linda Wati
Editor Fathul Amanah