AYOJAKARTA.COM - Mantan anak buah Ferdy Sambo, Kombes Susanto Haris menangis di sidang lanjutan pembunuhan Brigadir J.
Diketahui, Susanto Haris merupakan Mantan Kepala Bagian Penegakan Hukum Provos Divisi Profesi dan Pengamanan Polri di Polres Metro Jakarta Selatan.
Alih-alih menjadi anak buah, pengalaman kerja Susanto Haris di Kepolisian ternyata lebih senior daripada Ferdy Sambo.
Akibat dibohongi atasannya, Susanto Haris meluapkan amarah dan kesedihannya di sidang Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi pada Selasa, 6 Desember 2022.
Awalnya Hakim mempertanyakan apakah Susanto Haris mengikuti sidang kode etik dalam perkara ini dan mempertanyakan apa hukumannya.
“Saudara ikut di sidang kode etik? Apa hukuman saudara?” tanya Hakim, dikutip ayojakarta.com dari YouTube Kompas TV pada Rabu, (7/12/2022).
Dengan suara bergetar, Susanto Haris menjelaskan hukuman yang diterimanya yakni patsus 29 hari dan demosi selama tiga tahun.
“Ikut Yang Mulia, saya patsus 29 hari dan demosi tiga tahun Yang Mulia,” jawab Susanto Haris.
Selanjutnya Hakim menanyakan apakah Susanto Haris menjadi tersangka obstruction of justice dalam perkara ini.
“Saudara tidak dijadikan tersangka dalam hal ini atau terdakwa dalam perkara ini?” tanya Hakim.
“Tidak,” tegas Susanto Haris.
Meskipun tidak menjadi tersangka, Susanto Haris terlibat dalam kasus ini lantaran mengikuti proses autopsi jenazah Brigadir J.
Baca Juga: Sudutkan Bharada E, Ferdy Sambo: Kalau Dia yang Nembak Josua Jangan Libatkan Saya, Ricky dan Kuat!
Ia juga diperintah menyambangi rumah keluarga almarhum Brigadir J dan menyerahkan baju Yosua sebagai barang bukti kepada Agus Nurpatria Adi Purnama.
Kombes Susanto Haris mengaku kecewa, kesal, marah lantaran Ferdy Sambo sebagai seorang Jenderal telah membohongi dirinya.
“Bagaimana perasaan saudara?” tanya Hakim.
“Kecewa, kesal, marah, Jenderal kok bohong, susah nyari Jenderal, keluarga kami marah, kami paranoid nonton TV, media sosial,” ujar Susanto Haris.
Baca Juga: Bantah Pengakuan Bharada E soal Wanita Misterius, Ferdy Sambo: Istri Saya Diperkosa Brigadir J!
Sambil menangis, Susanto Haris menyebut Ferdy Sambo seketika menghancurkan kariernya setelah mengabdi puluhan tahun.
“Jenderal kok tega menghancurkan karier, 30 tahun saya mengabdi hancur di titik nadir terendah pengabdian saya,” kata Susanto Haris.
“Belum yang lain-lain, anggota-anggota hebat Polda Metro Jakarta Selatan kami, bayangkan majelis hakim, kami Kabaggkakum yang biasa memeriksa Polisi yang nakal, kami diperiksa, bagaimana keluarga kami,” pungkas Susanto Haris.***