News

Hati-hati! Modus Penipuan Siber Berkedok Kurir Paket Melalui WA, Bisa Bikin Saldo Rekening Ludes

Oleh: Linda Wati Selasa 06 Des 2022, 12:07 WIB
Hati-hati! Modus Penipuan Siber Berkedok Kurir Paket Melalui WA, Bisa Bikin Saldo Rekening Ludes

AYOJAKARTA.COM - Baru-baru ini warganet dihebohkan dengan modus penipuan siber berkedok kurir paket melalui WhatsApp (WA).

Modus penipuan siber berkedok kurir paket melalui WhatsApp (WA) memang meresahkan masyarakat karena dapat menguras seluruh isi rekening dalam saldo.

Modus penipuan siber berkdeok kurir paket melalui WhatsApp (WA) ini dibagikan oleh akun Instagram @evan_neri.tftt.

Baca Juga: Bank Indonesia Mantap Ciptakan Rupiah Digital, Akankah Uang Fisik Ditinggalkan?

Dalam unggahannya, ia menampilkan tangkapan layar dari salah satu orang korban dari yang terkena modus penipuan tersebut.

“selamat siang kak”

“Benar dengan SALMAH”

“Ada Paket di J&T Express Nama SALMAH,” isi pesan dari tangakapn layar yang dikirim oleh nomor +628888124381 kepada korban.

Baca Juga: Heboh! 116 Mahasiswa IPB Terjerat Kasus Pinjol, Modus Penipuan Baru?

Lalu nomor tersebut mengirimkan sebuah file dengan ekstensi APK dengan nama file LIHAT foto paket.

Jika orang yang tidak jeli atau awam, tentu mengira itu file biasa yang setelah dibuka adalah foto paket sesuai dengan keterangan.

Namun diharapkan masyarakat khususnya orang awam lebih jeli dalam menilai file tersebut.

“perhatiin dulu ekstensinya apa. File dengan ekstensi APK adalah aplikasi yg berjalan utk OS Android,” tulis @evan_neri.tftt.

Baca Juga: Begini Modus Penipuan Pinjol yang Menjerat 116 Mahasiswa Versi Rektor IPB University

Dalam kasus ini diketahui korban telah kehilangan saldo dalam m-bankingnya.

Saldo rekening dalam BRImo milik korban ludes telah diambil oleh pelaku.

Dikutip ayojakarta.com dari akun @evan_neri.tftt pada Selasa (6/12/2022), korban mengaku tidak pernah menjalankan atau membuka aplikasi apapun dan mengisi user Id maupun password pada situs lain.

Dari keterangan korban, maka akun @evan_neri.tftt menduga bahwa korban telah mengunduh file yang dikirim oleh pelaku.

File yang diunduh merupakan file exploit yang dapat mengambil data korban.

Baca Juga: Waspada Penipuan di Instagram, Banyak Modus dan Iming-iming ke Calon Korban, Simak Jenis Kasusnya!

Informasi tambahan, dari beberapa laporan korban ketika telah selesai mengunduh file sejenis tidak ada aplikasi baru yang muncul.

Sehingga membuat korban tidak sadar bahwa data pribadinya sedang diambil oleh pelaku kejahatan tersebut.

Barulah selang beberapa menit, ada notifikasi bahwa ada uang keluar dari saldo rekening milik korban.

Akun ini menyebut bahwa kasus ini merupakan malware RAT (Remote Administrasi Tool), di mana pelaku mengontrol telepon genggam korban dari jarak jauh.***

Reporter Linda Wati
Editor Fathul Amanah