News

Sesar Penyebab Gempa Cianjur Masih jadi Teka Teki, Korban Mendengar Suara Dentuman Sebelum Bencana Datang

Oleh: Ardiany Fitri Sholekah Selasa 06 Des 2022, 12:13 WIB
Sesar Penyebab Gempa Cianjur Masih jadi Teka Teki, Korban Mendengar Suara Dentuman Sebelum Bencana Datang

AYOJAKARTA.COM - Bukan Sesar Cimandiri, itulah pendapat yang disampaikan beberapa ahli kegempaan mengenai bencana yang terjadi di Cianjur tersebut.

Pada awalnya para ahli memperkirakan pergerakan dari Sesar Cimandiri merupakan penyebab gempa bumi di wilayah Cianjur.

Dikutip Ayojakarta.com dari akun YouTube tvOneNews, seorang ahli geodesi ITB Heri Andrean menyatakan bahwa setelah dipetakan ternyata pusat gempa berada di atas Sesar Cimandiri.

Baca Juga: Waspada! Sesar Cimandiri yang Paling Sering Sebabkan Gempa, Pakar Kegempaan: Sangat Aktif dan Agak Boros

"Setelah dipetakan Cimandiri ternyata lebih ke atas, karena mungkin saja itu merupakan bagian segmen Cimandiri yang belum terpetakan atau mungkin ini sesar yang lama tetapi tidak teridentifikasi atau bisa juga sesar baru," ucap Heri Andrean.

Heri menambahkan para ahli sampai saat ini belum bisa menganalisis sesar yang berada di atas Sesar Cimandiri tersebut.

Belum tersediannya jaringan deformasi menjadi salah satu alasan mengapa hingga saat ini sesar tersebut belum bisa terdeteksi.

Baca Juga: Ancaman Sesar Baribis Kian Nyata, Potensi Gempa yang Akan Muncul dan Bagaimana Cara Mitigasi Sedari Kini

Heri Andrean kembali menjelaskan mengenai suara atau bunyi gemuruh yang didengar oleh para korban yang berada disekitar lokasi tersebut.

Menurut pendapatnya bunyi atau suara tersebut wajar terjadi ketika ada gempa bumi dan ada pergeseran bumi.

Selain itu gempa bumi yang terjadi juga menyebabkan tanah longsor dan rumah-rumah yang roboh, hal ini pun menurutnya bisa menjadi sumber bunyi tersebut.

Baca Juga: Waspada! Sesar Baribis Berikan Ancaman Potensi Gempa Besar di Jakarta, Ini Kata Para Ahli

Heri menambahkan bahwa suara yang terdengar tersebut dapat menjadi acuan bahwa lokasi terdengarnya suara tersebut merupakan pusat lokasi (episentrum) gempa.

Senada dengan Heri, Daryono yang merupakan kepala Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG mengatakan bahwa suara dentuman tersebut terdengar oleh korban yang berada dipusat deformasi batuan.

Ia menyatakan bahwa deformasi batuan bisa terdengar seperti dentuman, ledakan bahkan ada yang terdengar seperti petir.

"Jadi deformasi yang dangkal itu kalau deket itu bisa menjadi dentuman, ledakan bahkan ada yang seperti petir, seperti yang terjadi di tahun 2014, di utara gunung Merbabu," ucap Daryono.***

Reporter Ardiany Fitri Sholekah
Editor Desi Kris