News

Tanpa Tes, Richard Eliezer Akui Dapat Senjata dari Propam Saat Bertugas Sebagai Ajudan Ferdy Sambo

Oleh: Christy Ayu Saputri Senin 05 Des 2022, 12:42 WIB
Tanpa Tes, Richard Eliezer Akui Dapat Senjata dari Propam Saat Bertugas Sebagai Ajudan Ferdy Sambo

AYOJAKARTA.COM-- Dalam sidang kasus pembunuhan Brigadir Yosua kemarin, terdakwa Richard Eliezer mengaku mendapatkan senjata api dari Divisi Profesi dan Keamanan (Propam) tanpa jalani tes psikologi.

Hal tersebut diakuinya saat memberikan kesaksian di hadapan majelis hakim di persidangan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Awalnya hakim bertanya soal kepemilikan senjata api kepada Richard Eliezer, ia pun bercerita bahwa saat dalam kesatuan dirinya dibekali laras panjang, namun saat bekerja dengan Ferdy Sambo dirinya belum meminjam senjata api dari kesatuan.

Baca Juga: 5 Potret Aurel Givasya, Anak Marissya Icha yang Cantik dan Fashionable Banget!

Kemudian, Ferdy Sambo sempat bertanya kepada Eliezer apakah sudah ada senjata apa belum, dan lantas memintanya langsung menghadap Chuck Putranto untuk meminjam senjata api.

"Anda sudah dibekali senjata?," tanya hakim seperti dilansir dari kanal Youtube Kompas TV pada Senin, 5 Desember 2022.

"Waktu di kesatuan saya pegang laras panjang Yang Mulia," kata Eliezer.

"Terus saudara ketika berangkat ke Jakarta itu masih dibekali senjata tidak dari kesatuan?," tanya hakim.

Eliezer menjelaskan bahwa pada saat itu dirinya berasal dari kesatuan di Cikeas, sebelum bekerja sebagai ajudan dari Ferdy Sambo di Divisi Propam Polri. Pada saat itu dirinya mengakui tidak sedang meminjam senjata dari kesatuan,

"Saya kesatuan di Cikeas, jadi pada saat berhadapan itu sama Bharada Sadam berdua kami belum dikasih tau kalo ternyata hari itu sudah langsung diterima, bilangnya cuma berhadapan dulu,"ujar Eliezer.

Baca Juga: Fantastis! Kekayaan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa Capai Rp 179 Miliar, Ternyata Sumbernya dari Sini

"Jadi kami pada saat itu belum meminjam senjata api dari kesatuan cuma pakai baju ke kantor pak FS, sampai di kantor ketemu sama bang Romer, bang Yogi dan kami berempat diterima pada saat itu, jadi tidak sempat meminjam senjata Yang Mulia,"tambahnya.

Mendengar hal tersebut, hakim pun bertanya kepada Richard Eliezer lantas bagaimana dirinya bisa mendapatkan senjata, mulai sejak kapan.

"Terus, kapan saudara mendapatkan senjata?," tanya hakim.

Eliezer pun menjelaskan bahwa awalnya dirinya bertanya kepada ajudan Ferdy Sambo lainnya, yakni Daden Miftahul Haq soal senjata api. Daden pun menyarankan untuk meminjam dari Divisi Propam ketimbang Eliezer harus kembali ke kesatuan untuk meminjam senjata api.

"Nah pada saat itu saya ketemu sama bang daden, saya bilang 'bang ini saya sama sadam belum ada senpi (senjata api) bang, gimana bang?, dia bilang udah chad nanti dari Propam aja." kata Eliezer.

Baca Juga: Ciri-ciri Perempuan yang Keluar dari Rumah Ferdy Sambo Sambi Menangis: Rambut Pendek, Sawo Matang

Kembali hakim mencecar pertanyaan soal senjata api yang didapatkan Richard Eliezer, sebelumnya ia mengaku bahwa dirinya mendapatkan senjata api itu tanpa melalui tes psikologis.

"Kemarin, saksi mengatakan bahwa saudara tidak ada syarat-syarat memegang?," cecar hakim.

"Memang tidak ada syarat-syarat sama sekali Yang Mulia," tegas Eliezer.

"Karena saudara dari anggota Brimob?," tanya kembali hakim.

Dirinya pun kembali menjelaskan bahwa tidak adanya tes itu bukan karena dirinya anggota Brimob, akan tetapi itu terjadi atas perintah dari Ferdy Sambo.

Baca Juga: Kumpulan Link Twibbon Ucapan Selamat Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 Terbaru, Gratis dan Kreatif

"Bukan begitu Yang Mulia, karena mungkin perintah dari pak FS juga. Jadi pada saat itu pak FS sempat nanya saya, senpi udah ada? siap belum ada bapak, oh ya nanti kasih tau pak Chuk," kata Eliezer.

Atas perintah Ferdy Sambo itu, lantas Richard Eliezer pun bertanya terkait senjata api kepada Korspri Kadiv Propam Polri Chuck Putranto.

Jadi saya kejarnya ke komandan Chuk, aya bilang 'Bang, izin bapak (Sambo) sudah tanya beberapa kali soal senpi'," kata Eliezer.

Kemudian datanglah dia ke kantor Propam Polri untuk mengambil senjata api bersama seniornya, Bharada Sadam.

Baca Juga: Kumpulan Link Twibbon Ucapan Selamat Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 Terbaru, Gratis dan Kreatif

"Kami ke kantornya bapak, dikasih ada dua senjata yang satu HS yang satu Glock Yang Mulia," jawab Eliezer.

Eliezer mengaku awalnya ia ingin mengambil HS, namun karena seniornya Daden menginginkan senpi HS. Maka dirinya mengambil senjata api jenis Glock-17. Adapun alasan Eliezer menginginkan senjata HS, karena dia lebih sering berlatih dengan senjata jenis HS di kesatuan.

"Di Brimob kebanyakan pengguna, sama saya latihan juga kebanyakan menggunakan HS Yang Mulia," ucapEliezer.***

Reporter Christy Ayu Saputri
Editor Vincensia Enggar Larasati