Kelompok Perempuan Afghanistan Disambut Tembakan Taliban saat Sedang Berunjuk Rasa

- Senin, 15 Agustus 2022 | 10:36 WIB
taliban
taliban

AYOJAKARTA.COM - Para pengunjuk rasa perempuan menggelar protes dan aksi solidaritas di Kabul pada Sabtu (13/08/33) dibubarkan oleh Pasukan Keamanan Taliban.

Namun yang menjadi ironi, pembubaran ini dilakukan dengan cara melepaskan tembakan.

Padahal tindakan ini dilakukan hanya berselang dua hari semenjak peringatan satu tahun kelompok yang merebut kekuasaan di Afghanistan.

Dikutip dari Ayo Yogya, Sekitar dua lusin wanita berbaris di jalan utama Kabul meneriakkan "roti, pekerjaan, kebebasan," "kami ingin partisipasi politik" dan "tidak untuk perbudakan."

Baca Juga: 4 Zodiak yang Putus Cinta dan Mengakhiri Hubungannya Minggu Ini 15-21 Agustus 2022, Apakah Kamu Termasuk?

Para pengunjuk rasa membentangkan spanduk besar yang mengumumkan peringatan dimulainya kembali kekuasaan Taliban sebagai hari solidaritas dengan perempuan Afghanistan.

Mereka juga menuntut masyarakat Internasional untuk membantu mereka.

"Itu penting karena ini hampir ulang tahun pertama pemerintahan Taliban dan kami ingin mengatakan bahwa kami tidak menyetujui pemerintah ini," kata seorang wanita muda yang berbicara kepada NPR setelah protes. Dia meminta anonimitas sehingga dia tidak dapat diidentifikasi oleh otoritas Taliban.

"Setelah satu tahun pemerintahan ini, tidak ada perubahan situasi. Kami menunjukkan bahwa kami tidak akan tinggal diam," katanya.

"Penting untuk menunjukkan kepada dunia bahwa warga Afghanistan tidak menerima ini. Kami akan menentang ketidakadilan," tambahnya.

Baca Juga: Ferdy Sambo Pernah Nekat Sogok LPSK: Orang Suruhannya Bawa 2 Amplop Besar Berisi Uang

Saat para wanita berbaris, pasukan keamanan Taliban mulai mengambil telepon dan kamera wartawan Afghanistan dan koresponden internasional pria. Mereka menyambar ponsel seorang anak laki-laki bersepeda yang mencoba mengambil foto.

Pasukan keamanan Taliban telah menggunakan tembakan langsung untuk membubarkan protes di masa lalu.

Tapi kali ini luar biasa hebat: Beberapa pria bersenjata menembak dengan cepat ke udara, meninggalkan selongsong peluru berserakan di seberang jalan.

Beberapa wartawan ditahan, dan sedikitnya tiga orang masih ditahan.

Kembalinya Taliban ke tampuk kekuasaan mengakhiri empat dekade konflik dan sebagian besar telah membuat negara itu aman.

Baca Juga: Bukti Chat yang Jadi Rahasia Besar Ferdy Sambo Diketahui Brigadir J: Ada Hubungannya dengan Rita Yuliana

Tetapi mereka secara dramatis mengekang hak-hak perempuan, mencegah sebagian besar anak perempuan bersekolah di sekolah menengah, melarang perempuan bepergian sendiri dan mempersulit mereka untuk bekerja.

Mereka juga menindak orang-orang yang mengkritik aturan mereka, yang sebagian besar adalah perempuan yang menuntut persamaan hak mereka.

Sementara itu, sanksi telah melumpuhkan ekonomi dan menjerumuskan negara itu ke dalam krisis kemanusiaan besar dengan banyak warga Afghanistan kelaparan.

Kelompok bantuan utama dan organisasi hak asasi manusia telah memohon kepada masyarakat internasional untuk tidak melupakan penderitaan rakyat biasa Afghanistan, dan untuk memungkinkan perdagangan dan perdagangan berlanjut. *** (Bayu Eka Setiawan/ Ayo Yogya)

Halaman:

Editor: Dian Naren

Sumber: Ayo Yogya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X