Terkuak Kisah Masa Lalu Kamaruddin Simanjuntak, Hidup Susah Diperantauan dan Menggelandang di Kolong Jembatan

- Sabtu, 17 September 2022 | 07:30 WIB
Terkuak Kisah Masa Lalu Kamaruddin Simanjuntak, Hidup Susah Diperantauan dan Menggelandang di Kolong Jembatan (Tangkapan layar kanal YouTube Refly Harun)
Terkuak Kisah Masa Lalu Kamaruddin Simanjuntak, Hidup Susah Diperantauan dan Menggelandang di Kolong Jembatan (Tangkapan layar kanal YouTube Refly Harun)

Namun saat itu, ia bersama timnya diusir oleh pihak kepolisian dan dilarang melihat langsung proses rekonstruksi.

Baca Juga: Kamaruddin Simanjuntak Beberkan 'Kekuasaan' Ferdy Sambo di Polri sampai Buat Jenderal Takut

Dan ternyata diketahui saat ini Kamaruddin sedang berada di Jambi untuk bertemu keluarga Brigadir J.

Di balik itu semua, kisah masa lampau Kamaruddin Simanjuntak pun terungkap.

Kini menjadi pengacara hebat, siapa sangka masa lampau Kamaruddin pernah mengalami kesulitan.

Baca Juga: Tak Diungkap ke Publik, Kamaruddin Simanjuntak: Hasil Lie Detector Putri Candrawathi & Sambo Penuh Kebohongan

Memiliki keberanian yang tinggi rupanya tak lepas dari rekam hidupnya di masa lalu.

Dilansir AyoJakarta.com dari suara.com pada Sabtu (17/9/2022) Kamaruddin mda ternyata pernah hidup susah di perantauan.

Pria yang lahir pada 21 Mei 1974 di Tapanuli Utara itu merantai ke Jakarta setelah menyelesaikan pendidikan di SMAN 1 Sibongborong.

Baca Juga: Dahulu Paling Vokal Namun Kini 'Hilang', Begini Kabar Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Sekarang

Hidup di ibu kota bukanlah awal yang indag bagi Kamaruddin.

Bahkan, kesulitan yang dialaminya pernah membawa Kamaruddin untuk tinggal di kolong jembatan di area Klender, Jakarta Timur.

Selama tiga bulan, ia menggelandang di kolong jembatan itu dan bekerja serabutan untuk bertahan hidup.

Baca Juga: Ada Apa dengan Kamaruddin Simanjuntak? Bagian Tubuhnya Ini Disorot Seperti Terlihat Tak Normal

Kamaruddin pernah melamar kerja di berbagai perusahaan hingga akhirnya ia mendapat kerja menjadi customer service pada tahun 1993.

Halaman:

Editor: Desi Kris

Sumber: suara.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X