AYOJAKARTA.COM - Kasus Pembunuhan Brigadir Yosua yang melibatkan terdakwa Ferdy Sambo semakin menarik perhatian publik.
Diketahui sebelumnya, ada lima orang yang didakwa dalam kasus pembunuhan Brigadir Yosua dan salah satunya adalah Ferdy Sambo.
Selain Ferdy Sambo, terdakwa lainnya dalam kasus tersebut yakni Putri Candrawathi, Richard Eliezer, Ricky Rizal, dan Kuat Maruf.
Dibutuhkan waktu satu bulan untuk polisi mengungkap Ferdy Sambo sebagai otak dari pembunuhan Brigadir J.
Baca Juga: Sebut Richard Eliezer Jantan karena Ungkap Kejahatan Ferdy Sambo, Mahfud MD: yang Semula Digelapgulitakan
Ada beberapa narasi Sambo yang tidak sesuai dengan peristiwa yang sebenarnya terjadi.
Apa saja narasi Sambo yang terbukti sebagai kebohongan?
Dikutip AyoJakarta.com dari YouTube Kompas.com, beberapa kebohongan Ferdy Sambo yang telah terbongkar.
1. Tiba di Jakarta
Pada awal munculnya kasus ini, Ferdy Sambo mengaku baru tiba di Jakarta sesaat sebelum peristiwa pembunuhan Brigadir J terjadi.
Fakta yang sebenarnya, Ferdy Sambo sudah berada di Jakarta sehari sebelum rombongan Putri Candrawathi tiba.
Baca Juga: Pakar Hukum Sebut Ferdy Sambo Sebagai Perusak Penegak Hukum dari Citra Kepolisian
2. Tidak berada di TKP
Ferdy Sambo mengaku tidak sedang berada di lokasi saat peristiwa pembunuhan terjadi karena sedang melakukan tes PCR sepulang dari Magelang.
Narasi ini juga terungkap sebagai kebohongan karena yang sebenarnya adalah Sambo berada di TKP ketika penembakan terjadi.
Bahkan Ferdy Sambo yang memerintahkan Richard Eliezer atau Bharada E untuk menembak Brigadir Yosua.
Baca Juga: Nasib Ferdy Sambo di Ujung Tanduk, Jaksa Minta Hakim Untuk Tolak Pledoi Eks Kadiv Propam , Ini Alasannya
3. Baku tembak
Sempat ada kabar bahwa terjadi baku tembak antara Brigadir J dengan Bharada E.
Disebutkan Brigadir J menembakkan tujuh peluru dan Bharada E menembakkan lima peluru.
Namun yang sebenarnya terjadi adalah tidak ada baku tembak tersebut. Sambo menembakkan pistol milik Brigadir J ke dinding rumah agar seolah terjadi baku tembak.
4. CCTV
Dikatakan bahwa CCTV di rumah dinas Sambo mati karena recordernya rusak.
Fakta yang terjadi adalah Ferdy Sambo berperan dalam mengambil rekaman CCTV di sekitar rumah dinasnya.
5. Dugaan Pelecehan
Pada awalnya kasus ini terjadi karena Brigadir J melakukan pelecehan terhadap istri Sambo, Putri Candrawathi.
Ternyata narasi tersebut tidak benar, polisi menghentikan dua laporan istri Sambo terhadap Brigadir J yakni laporan dugaan pelecehan dan percobaan pembunuhan terhadap Putri.
Polisi memastikan bahwa dua tudingan tersebut tak terbukti kebenarannya.***
Artikel Terkait
Ngeri! Relasi Kuasa dan Power Ferdy Sambo Masih Terlihat Saat Sidang Pledoi, Simak Penjelasan Pakar Berikut
Pakar Hukum Sebut Ferdy Sambo Sebagai Perusak Penegak Hukum dari Citra Kepolisian
Pendapat Benny Mamoto Tentang Gerakan Bawah Tanah dan Buku Hitam Ferdy Sambo, Jimat Lolos dari Hukuman?
Ngeri! Pakar Ungkap Jika Ferdy Sambo Ajak Tawuran Masyarakat Lewat Pledoi yang Disampaikan, Ini Penjelasannya
Sebut Richard Eliezer Jantan karena Ungkap Kejahatan Ferdy Sambo, Mahfud MD: yang Semula Digelapgulitakan