Otomotif

Jangan Asal Lawan, 3 Tips Aman Berkendara Sebelum Terjang Banjir, Bahaya Mesin Mati

Oleh: Admin Senin 10 Okt 2022, 19:06 WIB
(Ilustrasi) Jangan Asal Lawan, 3 Tips Aman Berkendara Sebelum Terjang Banjir, Bahaya Mesin Mati

AYOJAKARTA.COM - Tidak dapat dipungkiri akhir-akhir ini Jakarta dan sekitarnya diterjang hujan lebat.

Bahkan diberbagai wilayah sampai tergenang banjir. Tentu saja ini menjadi hal yang patut diperhatikan khususnya bagi pengendara saat harus berkendara di jalan-jalan rawan banjir.

Untuk Kamu pengendara motor wajib paham 3 tips aman berkendara sebelum asal lawan terjang banjir.

Baca Juga: Bukan Rizky Billar, Indigo Ini Ungkap Jodoh Sesungguhnya Lesti Kejora: Begini Sosok hingga Profesinya

Ayojakarta sudah merangkumnya menjadi 3 tips, dikutip dari berbagai sumber simak selengkapnya di bawah ini:

1. Perhatikan Tinggi Tidaknya Air

Sebelum terjang banjir, ada baiknya mengetahui tinggi tidaknya genangan air.

Apabila genangan banjir Kamu rasa lebih dari mesin sebaiknya putar baik karena jika air meredam bagian penting mesin akal fatal.

Tidak ada salahnya punya alternatif jalan yang dilewati dan hafal jalan yang dilalui karena bisa memiliki patokan perkiraan tinggi genangan air.

Baca Juga: Kapan CPNS dan PPPK 2022 Dibuka? Simak Jadwal Pendaftaran dan Syaratnya di Sini!

Akan fatak jika air banjir sudah melebihi mulut knalpot  atau saringan udara motor atau mobil Kamu. 

Perlu diketahui, posisi saringan udara pada setiap motor berbeda, misal motor matic dan bebek juga berbeda.

Hati-hati juga terhadap keamanan jalanan yang tergenang banjir, misalnya ada selokan atau lubang.

2.Berkendara dengan gas konstan

Hal yang penting juga diperhatikan adalah bukaan gas saat melintasi banjir. Bukaan gas motor disarankan konstan.

Begitupun dengan motor dan untuk mobil pacu dengan kecepatan konstan agar tidak menimbulkan gelombang air.

Baca Juga: Yusuf Mansur Tanggapi Isu Perjodohan Wirda Mansur dan Rizky Billar: Mudah-mudahan ke Depan Nggak Sembrono

3. Perhatikan jika Mesin Mati

Apabila mesin motor sampai mati karena melewati banjir, hindari jangan langsung menghidupkan motor atau starter karena ada bisa jadi air sudah menyusup ke ruang pembakaran di dalam mesin.

Bila motor dipaksa menyala dalam kondisi water hammer seperti itu ada potensi membengkokkan setang piston.

Disarankan melepas busi dahulu kemudian mengecek saringan udara untuk memastikan tidak terdapat air.

Baca Juga: Inilah Kekayaan Sri Sultan HB X yang Kembali Dilantik Jadi Gubernur DIY, Masuk Daftar Orang Terkaya di RI

Lalu, usai dibersihkan kemudian pasang lagi komponen itu kemudian bisa dicoba menyalakan mesin untuk mengeluarkan air di ruang bakar.

Apabila Kamu belum yakin dan masih bermasalah, motor direkomendasikan dibawa ke bengkel terdekat dengan melakukan sejumlah perawatan, salah satunya kuras oli.

Saat oli tercampur air warnanya berubah seperti putih susu, maka sebaiknya diganti baru karena pasti sudah tercampur dengan air hujan saat banjir.

Jangan lupa, perhatikan juga komponen kelistrikan, jika terdapat yang basah segera keringkan.

Lalu, cuci sepeda motor atau mobil Kamu untuk menghindari lumpur atau kotoran yang menempel pada motor. ***

Reporter Admin
Editor Vincensia Enggar Larasati