Otomotif

Awas! Ini 5 Kesalahan yang Harus Dihindari saat Mengemudi Mobil Manual

Oleh: Iit Lita Apriani Sabtu 18 Mei 2024, 21:45 WIB
Ilustrasi Mengemudi Mobil Manual

 

AYOJAKARTA.COM -- Mengemudi mobil manual meski lebih menantang dibandingkan dengan transmisi otomatis, memberikan pengendara kendali penuh atas kendaraan. 

Banyak pengemudi yang menikmati sensasi mengatur perpindahan gigi sendiri dan merasa lebih terhubung dengan mesin. 

Namun dengan keuntungan tersebut datang tanggung jawab untuk menguasai teknik mengemudi yang benar.

Baca Juga: 11 Larangan dalam Mengendarai Mobil Manual, Jangan Biasakan Hal-hal Ini!

Mengemudi mobil manual tak hanya memerlukan koordinasi yang baik antara kaki dan tangan, tetapi juga pemahaman mendalam tentang cara kerja transmisi manual. 

Sayangnya, kesalahan umum sering terjadi, yang tidak hanya dapat mengurangi efisiensi berkendara tetapi juga merusak komponen mobil. 

Berikut lima kesalahan paling umum yang harus dihindari saat mengemudi mobil manual dikutip Ayojakarta.com dari YouTube Tips Otomotif Channel, Sabtu (18/05/2024).

Baca Juga: Wajib! Syarat Baru Bikin SIM, Harus Punya Sertifikasi Mengemudi, Bagaimana Caranya?

1. Menetralkan Gigi Tanpa Menginjak Pedal Kopling

Kesalahan pertama adalah menetralkan gigi tanpa menginjak pedal kopling. 

Ketika sedang mengendarai mobil dalam posisi gigi tiga atau empat, jangan langsung menetralkan gigi tanpa menginjak kopling. 

Jika ini dilakukan, hal ini bisa merusak transmisi mobil. 

Kecuali dalam kondisi darurat seperti kawat kopling putus, hindari melakukan hal ini untuk menjaga umur transmisi mobil.

Baca Juga: Apa Itu Sertifikat Mengemudi? Syarat Baru Bikin SIM A Harus Punya Ini..

2. Melakukan Pengereman Tanpa Dibantu Engine Brake

Kesalahan kedua adalah melakukan pengereman tanpa bantuan engine brake. 

Saat ingin menghentikan mobil dari kecepatan tinggi (misalnya 80 km/jam atau lebih), jangan hanya mengandalkan pedal rem. 

Turunkan gigi secara bertahap untuk membantu mengurangi kecepatan dengan engine brake. 

Cara ini akan mencegah kampas rem cepat aus dan menjaga transmisi lebih awet.

Baca Juga: Rencana Sertifikat Mengemudi Sebagai Syarat Pembuatan SIM Akan Berlaku Bagi Pengendara Mobil

3. Memindahkan Gigi Tak Sesuai RPM

Kesalahan ketiga adalah memindahkan gigi tanpa memperhatikan RPM. 

Saat menambah gigi, pastikan RPM mesin berada pada tingkat yang sesuai. 

RPM di bawah 2000 hanya cocok untuk gigi satu dan dua. 

Untuk gigi tiga, empat dan lima, pastikan RPM di atas 2000. 

Mengemudi dengan RPM terlalu rendah pada gigi tinggi bisa menyebabkan mesin bergetar dan berpotensi merusak mesin.

Baca Juga: Lakukan 5 Hal Ini Agar Tidak Mengantuk saat Mengemudi

4. Menempelkan Kaki di Pedal Kopling saat Mobil Berjalan

Kesalahan keempat adalah sering meletakkan kaki di atas pedal kopling saat mobil berjalan. 

Kebiasaan ini bisa merusak kampas kopling dan komponen lainnya. 

Gunakan pedal kopling hanya saat memindah gigi. 

Setelah gigi berpindah, letakkan kaki di lantai agar tak menekan pedal kopling secara tidak sengaja.

Baca Juga: Tips Otomotif: 7 Langkah Mematikan Mesin Mobil yang Benar agar Mobil Tetap Awet!

5. Mematikan Mesin Tanpa Mematikan Kelistrikan Terlebih Dahulu

Kesalahan kelima adalah mematikan mesin tanpa mematikan kelistrikan mobil terlebih dahulu. 

Jangan matikan mesin saat AC, audio atau lampu masih menyala. 

Ini bisa membebani aki dan membuatnya cepat tekor. 

Matikan semua kelistrikan terlebih dahulu sebelum mematikan mesin untuk menjaga aki tetap awet.

Itulah lima kesalahan yang sebaiknya dihindari saat mengemudi mobil manual agar mobil tidak cepat rusak.***

Reporter Iit Lita Apriani
Editor Fathul Amanah