AYOJAKARTA.COM - Toyota Motor mengumumkan bahwa unitnya, Daihatsu, akan menghentikan pengiriman semua kendaraannya setelah mencuatnya hasil investigasi masalah keamanan.
Investigasi ini menemukan masalah pada 64 model, termasuk hampir dua puluh di antaranya dijual dengan merek Toyota.
Hasil investigasi yang dilakukan Toyota itu menyatakan bahwa Daihatsu telah memanipulasi uji tabrakan samping untuk 88.000 mobil kecil. Namun, temuan terbaru menunjukkan bahwa skandal ini jauh lebih luas daripada yang diperkirakan sebelumnya.
Dengan temuan tersebut, pabrikan Daihatsu di Osaka, Jepang, untuk sementara menghentikan produksinya.
Lalu apakah skandal ini berpengaruh pada mobil Daihatsu yang diproduksi di Indonesia terkait masalah keamanannya?
Dikutip dari situs resminya, Daihatsu Indonesia menyatakan permohonan maaf atas ketidaknyamanan informasi skandal keamanan ini.
Baca Juga: Baru Dibuka, Segini Biaya Kuliah Program Studi Kedokteran di Universitas Negeri Malang (UM)
Selanjutnya Daihatsu Indonesia memastikan bahwa semua kendaraan Daihatsu yang diproduksi, didistribusi, dan dipasarkan di Indonesia tidak memiliki masalah kualitas dan keselamatan.
Kendaraan Daihatsu juga sudah memenuhi regulasi yang berlaku dan tetap berkoordinasi dengan pemerintah Indonesia. Pelanggan Daihatsu tetap dapat menggunakan kendaraannya dengan aman dan nyaman.
Skandal Terbesar
Diberitakan sebelumnya pabrikan mobil Daihatsu, milik raksasa otomotif Toyota, tersandung skandal serius.
Setelah mengakui manipulasi uji keselamatan pada 64 model selama tiga dekade, Daihatsu terpaksa menutup keempat pabriknya hingga akhir Januari 2024.
Baca Juga: 10 Jurusan Paling Ketat di UNS Jalur SNBP yang Wajib Kamu Ketahui
Skandal ini bukan hanya mengancam 9.000 pekerja di Jepang, tetapi juga potensial merusak reputasi global Toyota. Dari 64 model yang bermasalah, 24 di antaranya bahkan dijual dengan merek Toyota.
Penutupan pabrik Osaka mengikuti langkah serupa di Oita, Shiga, dan Kyoto.
Pengakuan terbaru Daihatsu ini menyusul investigasi Kementerian Transportasi Jepang dan berujung pada penghentian total pengiriman seluruh kendaraan mereka.
Dugaan manipulasi tes diduga dilakukan karena tekanan untuk menjaga produksi tetap berjalan.
Baca Juga: Prediksi Nilai Rapor di Universitas Airlangga untuk Lolos SNBP 2024
Untuk meredam dampak skandal, Daihatsu berjanji bermitra dengan pemasok utama dan mendukung subkontraktor kecil yang tidak mendapat kompensasi untuk mengakses dana bantuan dari Kementerian Transportasi. Mereka juga akan memberikan kompensasi kepada 423 pemasok lokal selama pabrik tutup.
Daihatsu, berdiri sejak 1907, menjual sekitar 1,1 juta mobil per tahun, atau sekitar 10% dari 10 juta penjualan tahunan Toyota.