AYOJAKARTA.COM - Bagi yang sedang mencari informasi soal motor matic dengan CC besar seperti Yamaha Aerox 155 bisa simak informasi berikut ini.
Selain memiliki banyak keunggulan, layaknya sebuah produk pada umumnya, Yamaha Aerox 155 tentunya juga memiliki kelemahan.
Meski kelemahan ini bisa dibilang tidak mengganggu performa dari motor tersebut sama sekali namun bisa dijadikan acuan atau referensi sebelum memutuskan membeli motor ini.
Baca Juga: 3 Kekurangan Yamaha Fazzio Hybrid, Ternyata Tidak Ada Hal Penting Ini!
Dikutip AyoJakarta.com dari akun Tiktok @rpmsuper, Jumat (1/9/2023) berikut beberapa kelemahan motor Yamaha Aerox 155.
Kelemahan yang pertama terdapat pada rem bagian belakang di mana Yamaha Aerox 155 masih menggunakan rem tromol atau rem drum untuk sistem pengereman belakang.
Tentunya ini jadi satu kelemahan jika dibandingkan dengan kompetitor yang sudah menggunakan rem belakang model cakram.
Baca Juga: 4 Kekurangan Yamaha Aerox 155 yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membelinya
Sementara itu untuk saudaranya sendiri yakni Yamaha Nmax 155 juga sudah dibekali dengan menggunakan rem belakang model disc brake.
Dikutip dari oto.com disebutkan jika penggunaan rem tromol pada Aerox untuk menjaga bobot motor dikarenakan jika menggunakan disc brake akan membuat bobot motor menjadi lebih berat lagi.
Padahal sebenarnya dengan paket mesin Yamaha Aerox yang sudah cukup powerfull, berat tidak terlalu menjadi masalah untuk motor ini.
Baca Juga: Istimewa! Cek 6 Kelebihan Yamaha Aerox 155 yang Membuatnya Menarik untuk Dibeli
Selain itu kelebihan rem model cakram memiliki performa pengereman yang lebih baik daripada rem tromol.
Kemudian untuk penggunaan rear disc brake juga tentunya dapat meningkatkan tampilan dari motor ini.
Selanjutnya, kelemahan yang terdapat pada motor Aerox 155 ini yaitu terdapat pada bobot motor itu sendiri.
Baca Juga: Kelebihan dan Kekurangan Yamaha Aerox 155, Desain Futuristik tapi Kok Gini
Di mana untuk bobot kosong dari motor Aerox ini adalah 122 kilogram untuk yang versi non ABS.
Sedangkan untuk versi yang Aerox ABS bobotnya sendiri sedikit lebih berat yaitu bisa mencapai 125 kilogram.
Tentunya berat kosong dari motor Aerox 155 ini lebih berat jika dibandingkan dengan berat dari motor competitor.
Tak hanya itu, untuk perbedaan motor Aerox 155 dengan kompetitor lain juga cukup banyak.
Salah satu efeknya, power to weight ratio dari motor ini bukan yang terbaik lagi di kelasnya karena sebelum adanya generasi terbaru dari kompetitor, Aerox memiliki WPR terbaik di kelasnya.
Mungkin salah satu penyebabnya karena penggunaan ban belakang yang besar, dimana ukuran ban belakang Aerox 155 ini adalah yang terbesar di kelasnya unggul dua tingkat daripada kompetitornya bahkan lebih besar dibandingkan dengan saudaranya yaitu Yamaha Nmax.
PWR atau Power Weight Ratio sendiri merupakan perbandingan tenaga mesin dan bobot motor, semakin tinggi angkanya semakin baik.***