Otomotif

Kalahkan Tesla, Laba Operasional Toyota Tumbuh Hampir 2 Kali Lipat Secara Kuartalan

Oleh: Admin Minggu 06 Agu 2023, 17:46 WIB
Kalahkan Tesla, Laba Operasional Toyota Tumbuh Hampir 2 Kali Lipat Secara Kuartalan (pxfuel)

AYOJAKARTA.COM -- Laba operasional Toyota Motor Co. (TM), produsen mobil terlaris di dunia, tumbuh hampir dua kali lipat pada kuartal kedua 2023. Pertumbuhan laba secara tahunan ini mengalahkan produsen mobil listrik kenamaan Tesla yang juga jadi pesaing mereka.

Pendapatan operasional untuk Toyota melonjak 94% dari kuartal kedua tahun lalu menjadi $7,89 miliar. Kenaikan laba ini melebihi perkiraan $6,66 miliar.

Pertumbuhan laba didorong oleh peningkatan penjualan, kenaikan produktivitas, dan angin ekonomi dari pelemahan yen yang meningkatkan ekspor kendaraan perusahaan.

Baca Juga: Dinobatkan Sebagai Kendaraan Para Sultan, Kecanggihan All New Toyota Alphard 2023 Bikin Geleng Kepala!

Dengan catatan ini, laba bersih total yang dicatatkan perusahaan hampir mencapai 1,33 triliun yen atau $9,37 miliar, naik 75% dari kuartal yang sama tahun lalu.

Dari segi penjualan, Toyota menjual hampir 2,33 juta unit mobil pada periode April-Juni, naik 15,5% dari kuartal yang sama tahun lalu. Penjualan mobil listrik Toyota juga naik hampir 30%.

Kondisi ini membuat Toyota mampu meraup keuntungan lebih besar ketimbang pesaingnya di bidang mobil listrik, Tesla, untuk pertama kalinya sejak tahun 2021, Toyota. Secara statistik, Toyota mencatatkan margin laba operasional sebesar 10,6% pada kuartal terbaru, dibandingkan dengan 9,6% milik Tesla.

Baca Juga: Tesla Model 3 Siap Ramaikan Mobil Listrik di Indonesia, Simak Harga dan Spesifikasinya di Sini!

Upaya elektrifikasi Toyota dan peningkatan penjualan mobil listrik membuat perusahaan tersebut merebut sebagian pangsa pasar dari Tesla. Bahkan, penjualan kendaraan listrik baterai Toyota naik tajam sebesar 623% dari kuartal yang sama tahun lalu.

Saham Toyota naik 2% pekan ini, dan hingga saat ini telah naik lebih dari 25% sepanjang tahun 2023.

Peningkatan penjualan ini menurut Toyota terjadi dipicu oleh kenaikan produktivitas, pelonggaran kendala rantai pasokan untuk semikonduktor, dan penentuan harga yang lebih baik yang lebih akurat mencerminkan nilai ritel setiap mobil.

Baca Juga: Apa Istimewanya Toyota Alphard Kerap Dipakai Para Artis?

"Sebagai hasil dari menjual setiap mobil dengan teliti pada harga yang sesuai dengan daya tarik produk yang disempurnakan melalui inisiatif 'membuat mobil yang lebih baik dari waktu ke waktu' Toyota, pendapatan operasional meningkat, yang membantu mengurangi dampak kenaikan tajam harga bahan baku," kata Toyota dalam presentasi laporan keuangannya.

Di sisi lain, Toyota masih mengalami banjir pesanan yang membuat mereka berada dalam kondisi backlog. Akibatnya pelanggan harus menunggu dengan waktu yang lebih lama untuk pengiriman.

"Banyak pelanggan masih menunggu pengiriman mobil mereka, terutama model baru, untuk waktu yang lama, jadi kami bekerja untuk mengirimkannya sesegera mungkin," kata Toyota.

Untuk keseluruhan tahun 2023, Toyota memproyeksikan keuntungan sebesar $21,14 miliar. Proyeksi internal ini masih lebih rendah bila dibandingkan dengan perkiraan rata-rata 3,6 $25,37 miliar yang dikompilasi dari 23 analis pasar, seperti yang dilaporkan oleh Reuters.

Reporter Admin
Editor Hengky Sulaksono