AYOJAKARTA.COM -- Kehadiran minyak rem merupakan salah satu komponen sepeda motor yang sering terabaikan. Padahal komponen ini memiliki fungsi penting dalam rangkaian sepeda motor dan keselamatan pengguna.
Biasanya pengendara sepeda motor lebih memperhatikan kondisi kampas rem, cakram atau bahkan ban. Sementara fungsi minyak rem kerap diabaikan dalam perawaran kendaraan.
Justru keberadaan minyak rem begitu penting untuk keselamatan dan kenyamanan berkendara. Sebelum terlambat, yuk kenali mengenai peran penting minyak rem untuk sepeda motor.
1. Fungsi dan Kerja Minyak Rem
Tanpa minyak rem, sistem rem hidrolik atau rem cakram tidak akan bekerja meski tuas rem sudah ditarik berkali-kali sekuat tenaga. Begitu pun saat volume minyak rem berkurang, kinerjanya tidak akan maksimal.
Pasalnya saat tuas master rem bekerja, minyak rem akan mendorong piston di kaliper rem.
Kemampuan dari minyak rem ini agar kampas bisa menjepit cakram sesuai tekanan saat tuas master rem ditarik.
Selain itu, minyak rem berfungsi mengurangi panas akibat gesekan logam pada komponen sistem pengereman, yakni kampas dan cakram.
Baca Juga: 10 Alasan Mengapa Oli Motor Harus Rutin Diganti Baru, Idealnya Berapa Bulan?
2. Masa Pakai Minyak Rem
Patut diketahui, minyak rem memiliki masa pakai yang panjang, karenanya Anda tidak perlu tidak perlu terlalu sering mengganti minyak rem saat melakukan servis.
Namun patut dicatat, setelah pemakaian sekitar 24.000 km atau 2 tahun, minyak rem wajib diganti untuk menjaga kemampuanpengereman motor tetap optimal.
3. Minyak Rem Harus Diganti
Selain setiap 24,000 km, penggantian minyak resm juga harus dilakukan ketika kondisi minyak rem sudah tidak layak pakai.
Ciri minyak rem sudah tidak layak pakai ini bisa dilihat pada warnanya keruh, kotor serta volumenya berkurang. Minyak rem yang buruk dan tak layak pakai dapat merusak seal karet di master rem dan seal di kaliper rem serta saluran minyak rem jadi berkarat.
Baca Juga: 4 Tanda Kamu Adalah Orang yang Punya Pengaruh di Sekelilingmu
Dampaknya, cairan rem akan bocor sehingga fungsi pengereman menjadi berkurang hingga berpotensi membuat rem blong.
Selain itu, minyak rem sudah tidak layak pakai juga bisa mengganggu penampilan sepeda motor akibat karat atau kotoran yang menempel akibat tetesan atau rembesan minyak rem yang bocor.
4. Gunakan Spesifikasi Yang Tepat
Minyak rem menimbulkan titik akibat panas dari gesekan kampas rem dan cakram. Saat mulai jelek, titik didih minyak resm akan menurun.
Titik didih minyak rem yang rendah dapat memnghasilkan gelembung-gelembung udara yang berpotensi membuat angin palsu terperangkap dalam sistem pengereman.
Baca Juga: RI Punya Motor Trail Harganya Ga Sampai 20 Juta!
Angin palsu ini sangat berbahaya Karena bisa menurunkan tekanan hidraulik sehingga bisa membuat rem blong pada sepeda motor. Karena itu gunakanlah minyak rem sesuai spesifikasi yang dianjurkan oleh pabrikan.