AYOJAKARTA.COM -- Memeriksa oli transmisi pada mobil matic adalah hal yang penting untuk menjaga kinerja kendaraan.
Namun, tidak sedikit pemilik kendaraan yang masih bingung tentang cara yang tepat untuk memeriksa oli transmisi.
Padahal, tidak sulit dilakukan. Simak panduan cara mudah untuk memeriksa oli transmisi mobil matic sendiri di rumah dengan ataupun tanpa dipstick.
Baca Juga: Kenali Ciri Oli Palsu dan Berbahayanya untuk Motor, Dampak Kerusakan Tak Main-main
Menggunakan Dipstick: Memeriksa Ketinggian Oli Transmisi
Pertama-tama, kita bisa memeriksa ketinggian oli transmisi mobil matic dengan menggunakan dipstick. Cara ini juga sering digunakan oleh mekanik profesional untuk mengetahui kondisi oli transmisi dengan pasti.
Setelah mengetahui kondisinya, pemilik kendaraan dapat memutuskan apakah oli transmisi perlu diganti di bengkel atau tidak.
1. Parkirkan mobil di tempat yang datar
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memarkirkan mobil di tempat yang rata dan datar. Hal ini bertujuan agar oli transmisi terdistribusi dengan baik di berbagai sisi, mengingat oli merupakan cairan yang bisa bergerak sesuai dengan posisi mobil.
2. Nyalakan mesin mobil
Periksa oli transmisi pada mobil matic saat mesin dalam keadaan panas. Panaskan mesin mobil hingga mencapai suhu operasional normal. Jangan lupa untuk menarik rem tangan agar mobil tidak bergerak tiba-tiba selama proses pengecekan.
3. Pindahkan tuas transmisi
Langkah penting berikutnya adalah memposisikan tuas transmisi pada setiap posisi secara berurutan, yaitu P (Parkir), R (Mundur), N (Netral), D (Dalam), 1 (Percepatan Pertama), dan 2 (Percepatan Kedua). Tahan tuas pada setiap posisi selama 2 detik. Tujuannya adalah agar oli masuk ke jalur katup dan solenoid, serta merata di seluruh bagian transmisi.
Permainan tuas ini bertujuan untuk melihat respons dari transmisi. Transmisi yang sehat akan merespons dalam waktu kurang dari 5 detik dari keadaan diam hingga bergerak. Jika terjadi sentakan yang kasar saat perpindahan gigi, kemungkinan oli transmisi atau sistem hidroliknya mengalami masalah.
4. Periksa dipstick
Setelah melalui langkah-langkah di atas, kita dapat memeriksa kondisi oli transmisi dengan menarik dipstick. Buka penutup mesin mobil dan angkat dipstick oli transmisi. Pastikan untuk tidak salah mengambil tongkat oli mesin.
Bersihkan dipstick, pasang kembali, lalu keluarkan lagi. Pada saat ini, kita dapat mengecek ketinggian oli pada dipstick. Oli transmisi yang masih baik akan berwarna merah. Jika warnanya sudah menghitam dan terdapat bau hangus, itu menandakan oli sudah tidak baik lagi. Selain itu, volume oli juga tidak boleh melebihi batas maksimum dan minimum yang ditandai pada dipstick. Jika terlalu sedikit, tambahkan oli secukupnya.
Cara ini dapat dilakukan untuk mobil matic baru maupun mobil matic lawas. Perbedaannya hanya pada posisi tuas transmisi. Pada mobil matic lawas, kita bisa memposisikan tuas pada posisi yang sesuai, karena umumnya mobil matic lawas belum menggunakan sistem komputerisasi.
5. Cek Jarak Tempuh: Indikator Waktu Penggantian Oli Transmisi
Cara lain untuk memeriksa kondisi oli transmisi pada mobil matic adalah dengan memperhatikan jarak tempuh kendaraan. Ketika mobil telah mencapai jarak tempuh antara 80.000 hingga 100.000 kilometer, disarankan untuk mengganti oli transmisi. Pada rentang jarak ini, biasanya terdapat banyak kerak dan kotoran di dalam oli yang dapat mengganggu kinerja mesin.
Baca Juga: 4 Alasan Mengapa Motor Anda Harus Hijrah Pakai Oli Shell
Cara Memeriksa Oli Transmisi Tanpa Dipstick
Bagaimana jika mobil tidak dilengkapi dengan dipstick? Pemilik kendaraan tetap dapat memeriksa oli transmisi mobil matic dengan memperhatikan baut kontrol yang berada di bawah mobil. Baut kontrol ini terletak di dekat oil pan girboks, biasanya di sisi kanan atau kiri girboks. Baut ini berfungsi sebagai pembuangan. Melalui baut ini, kita dapat melihat ketinggian oli transmisi pada oil pan. Selain itu, kita juga dapat melihat apakah oli masih bersih atau sudah tercemar.
Terlihat ada batang seperti pipa yang menjulang dan tertutup oleh baut. Jika tidak ada tetesan saat mesin dinyalakan, itu berarti oli transmisi berkurang. Sedangkan jika terjadi tumpahan oli saat mesin dinyalakan, itu berarti oli melebihi batas maksimum dan perlu dibuang hingga tinggal sedikit saja.
Baca Juga: Benarkah Oli Motor Wajib Banget Diganti Sebulan Sekali? Pengendara Simak Ya
Pilih Oli Transmisi yang Sesuai dengan Mobil Matic
Penting untuk menggunakan oli transmisi yang sesuai dengan jenis mobil matic Anda. Ada dua jenis transmisi matic, yaitu powershift dan CVT. Kedua jenis transmisi ini memerlukan jenis pelumas transmisi yang berbeda.
Untuk transmisi powershift, gunakan oli yang juga berfungsi sebagai pelumas roda gigi. Oli transmisi ini juga berperan sebagai penghantar tenaga.
Sedangkan untuk matic CVT, oli yang digunakan harus mampu melumasi sabuk yang terbuat dari logam agar sabuk tersebut tidak mudah putus.
Dengan memahami pentingnya peran oli transmisi pada mobil matic, pemilik kendaraan perlu menguasai cara memeriksa oli transmisi sebelum membawanya ke bengkel.
Jika diperlukan, segera gantilah oli transmisi di bengkel terdekat agar kinerja transmisi tetap optimal.