AYOJAKARTA.COM -- Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi atau SNBP, oleh sebagian kalangan sering dijadikan guyonan sebagai jalur ghaib masuk Perguruan Tinggi Negeri.
Guyonan tersebut mencuat sebagai bentuk respons karena tidak sedikit siswa berprestasi yang justru banyak gagal dalam SNBP, sementara non eligible justru berhasil lolos.
Masih kurangnya pemahaman dari sebagian kalangan terhadap ketentuan pada jalur SNBP, merupakan hal yang perlu dijadikan acuan dalam proses menentukan PTN.
Baca Juga: Saingannya Banyak! Berikut 5 Jurusan ITS Paling Ketat di SNBP 2024, Didominasi Teknik
Untuk menyiasati agar proses pemilihan PTN sesuai dengan harapan siswa peserta SNBP, berikut adalah strategi yang perlu diketahui oleh para calon mahasiswa.
Strategi pertama yang perlu diketahui dan dipahami calon peserta SNBP adalah, setiap PTN memiliki kriteria tersendiri dalam proses penentuan hasil seleksi.
Selain faktor kemampuan akademik siswa, dua bentuk kriteria tambahan yang digunakan oleh PTN sebagai parameter dalam proses SNBP antara lain Sertifikat serta Alumni.
Baca Juga: Mulai 13 Januari, Begini Cara Registrasi Akun SNPMB Siswa untuk Daftar SNBP 2025, Klik Link Berikut
Meski sama-sama berstatus Perguruan Tinggi Negeri, antara satu kampus dengan kampus lain bisa jadi menerapkan metode seleksi yang berbeda.
Jika di satu PTN lebih memprioritaskan bagi calon siswa dengan nilai akademik tertinggi, hal serupa belum tentu menjadi acuan di PTN lain.
Untuk dapat mengetahui jenis metode seleksi yang dipergunakan oleh PTN dalam proses SNBP, calon mahasiswa perlu berkonsultasi kepada Guru BK atau Bimbingan Konseling.
Baca Juga: Dibuka Hari Ini! Berikut Cara Registrasi Akun SNPMB 2025 Siswa untuk Daftar SNBP
Melalui hasil rekaman data alumni yang biasanya dimiliki sekolah, Guru BK dapat memberikan rekomendasi pilihan PTN bagi siswa calon peserta SNBP.
Selain melalui faktor alumni dan berdasarkan data sekolah, Guru BK juga dapat memberikan informasi jenis metode yang dipergunakan oleh PTN tujuan.
Berdasarkan pada corak penentuan hasil peserta SNBP, terdapat tiga penyebab siswa non eligible bisa masuk dalam seleksi PTN.
Penyebab pertama siswa non eligible berhasil masuk dalam seleksi SNBP adalah karena adanya perbandingan berdasarkan Nilai Raport dengan Indeks Sekolah.
Sebelum menentukan hasil seleksi, PTN tujuan akan melakukan pembandingan dari masing-masing siswa berdasarkan Nilai Raport serta Indeks Sekolah atau penyesuaian KKM.
Sehingga Nilai Raport yang rendah, tidak menjadi jaminan bahwa calon peserta SNBP akan gagal dalam proses seleksi.
Selain Nilai Raport, penyebab siswa non eligible bisa diterima adalah karena seleksi SNBP juga mempertimbangkan rekam jejak dari nilai UTBK yang dimiliki Alumni di PTN tujuan.
Semakin tinggi pencapain hasil nilai UTBK yang diperoleh Alumni, kepercayaan PTN terhadap sekolah akan menjadi semakin besar.
Baca Juga: Minat Masuk Mana? Ini 5 Jurusan Soshum Terketat di UNY pada SNBP 2024, Ada Pendidikan Tata Boga
Di samping itu, penyebab lain siswa non eligible bisa diterima adalah karena lampiran sertifikat yang dimiliki serta kesesuaian antara kualifikasi dengan prodi pilihan.***