Pendidikan

Computer Based Test (CBT) Mudahkan Penilaian Akhir Sekolah di Jawa Barat

Oleh: Admin Senin 16 Des 2024, 07:25 WIB
Praktisi pendidikan dan keamanan siber merespons baik kehadiran Learning Management System (LMS), salah satunya Pijar Sekolah.

AYOJAKARTA.COM -- Praktisi pendidikan dan keamanan siber merespons baik kehadiran Learning Management System (LMS), salah satunya Pijar Sekolah, yang menghadirkan aplikasi ujian sekolah dalam Penilaian Akhir Semester (PAS) pada pekan ini.

Youtuber literasi matematika kreatif dengan 512 ribu pengikut, Agus Nggermanto (Paman Apiq) mengatakan, keseharian mayoritas masyarakat Indonesia terkini senantiasa berdampingan dengan teknologi.

Termasuk dalam proses pendidikan anak sekolah dasar, menengah, dan atas, baik negeri maupun swasta. Saat penyelenggaraan PAS tidak lagi menggunakan kertas untuk lembar soal ataupun menjawab ujian.

Sekarang, semua sudah diwajibkan dilaksanakan secara digital baik menggunakan perangkat yang dimiliki sekolah ataupun gadget pribadi milik siswa.

Baca Juga: Seleksi Mandiri Unair Reguler CBT 2024: UKT dan IPI 7 Jurusan D-3, D-4 dan S-1 Paling Ramai Peminat, Tertinggi Tembus 225 Juta

Menilik data Pijar Sekolah, hingga September 2024 lalu, fitur CBT (Computer Based Test) sudah dipercaya lebih dari 200 sekolah di Jawa Barat dengan pengguna aktif siswa dan guru sebanyak hampir 100 ribu orang.

“Secara prinsip, teknologi digital termasuk dalam pembelajaran itu baik-baik saja. Memberi lebih banyak manfaat daripada kurangnya. Di sisi lain, masyarakat Indonesia pun sudah tidak bisa lepas dari teknologi,” katanya di Aula Timur ITB, baru-baru ini.

PAS melalui CBT dengan Pijar Sekolah lebih memudahkan civitas pendidikan. Seperti adanya analisis butir soal yang dapat membantu guru memonitor dan menilai ujian. Hasil ujian dan nilainya bisa langsung muncul di aplikasi ujian sekolah online yang satu ini.

Risiko kecurangan pun tereliminir dengan fitur remote block, karena ketika siswa membuka tab selain ujian, maka akan terblokir secara otomatis. Lebih lanjut, guru juga bisa memilah soal mana yang perlu di-evaluasi pasca ujian.

Adapun yang harus jadi perhatian Pijar Sekolah, usul Agus, adalah memastikan siswa telah familiar dengan LMS kreasi PT Telkom itu, jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan ujian.

“Sebab, anak didik itu bermacam-macam karakternya sekalipun teknologi sudah tidak lepas dari mereka. Ada yang cepet nangkep, ada yang pelan-pelan. Nah, pastikan level literasi digital siswa terhadap penggunaan LMS saat PAS sudah bagus sebelum ujian diberikan agar tidak gagap,” katanya.

Paman Apiq melanjutkan, kehadiran LMS sebetulnya tidak sekadar berfungsi saat ujian saja. Justru membantu sekolah dan siswa dalam proses belajar mengajar menjadi lebih adaptif.

Seperti Fitur Tes Minat Bakat yang dimiliki Pijar Sekolah yang dapat membantu guru mengoptimalkan metode ajar sesuai dengan minat dan bakat anak didik.

Baca Juga: Seleksi Mandiri UNY CBT Domisili 2024: Ini Biaya UKT dan IPI 10 Jurusan S-1 Ramai Peminat, Tertinggi Tembus Rp100 Juta

“Ini adalah konsep ideal, bahwa PAS daring itu bisa menangkap semua potensi anak. Tidak hanya PAS yang bersifat kognitif” katanya.

Senior Expert Cyber Security dari Lembaga Riset Telematika Sharing Vision, Budi Sulistyo menambahkan, PAS daring adalah kebutuhan tak terelakkan ketika generasi kekinian sehari-harinya sudah tak bisa lepas dari gadget.

“Dan saya melihat dari sisi cyber security, aplikasi-aplikasi pendidikan itu umumnya aman karena tidak ada nilai perputaran uang langsung di dalamnya,” katanya.

Dari sisi penggunaan, orang tua siswa juga tidak perlu khawatir saat siswa menggunakan LMS dari Pijar Sekolah. Pijar Sekolah memprioritaskan keamanan siswa dan sekolah. Sehingga, semua pihak bisa memperoleh hasil obyektif dari aplikasi ujian sekolah online sesuai dengan kemampuan individu setiap siswa.

Sekaligus menjadi tolak ukur keberhasilan sekolah dalam menyelenggarakan proses belajar mengajar untuk masa depan bangsa lebih cerdas.

Reporter Admin
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil