Pendidikan

Coding dan AI Akan Masuk Kurikulum SD/SMP/SMA Mulai 2025, Dunia Pendidikan Indonesia Siap Hadapi Tantangan Era Digital?

Oleh: Indra Purwatama Sabtu 23 Nov 2024, 11:51 WIB
Langkah strategis memasukkan kurikulum coding dan AI bertujuan untuk mempersiapkan generasi muda Indonesia menghadapi tantangan era digital.

AYOJAKARTA.COM -- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) telah mempersiapkan langkah besar dalam dunia pendidikan dengan rencana untuk memasukkan mata pelajaran coding dan kecerdasan buatan (AI).

Kurikulum coding dan AI masuk ke dalam kurikulum tingkat sekolah dasar (SD) saja rencana mulai pada tahun ajaran 2025/2026.

Langkah strategis memasukkan kurikulum coding dan AI bertujuan untuk mempersiapkan generasi muda Indonesia menghadapi tantangan era digital.

Baca Juga: Redmi Note 14 Pro 5G Meluncur 9 Desember 2024! Dibekali Fitur Canggih AI, Ini Bocoran Spek dan Performanya

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pelaksanaan mata pelajaran coding dan AI ini bersifat pilihan dan hanya akan diterapkan di sekolah yang telah memenuhi standar kesiapan.

Standar kesiapan yang di pertimbangkan oleh Mendikdasmen adalah:

1. Fasilitas Pendukung

Sekolah harus sudah memiliki fasilitas pendukung seperti perangkat teknologi, akses internet yang stabil serta ruang laboratorium komputer yang memadai.

2. Kemampuan Siswa

Siswa harus siap untuk mendapatkan coding dan AI yang membutuhkan kemampuan berpikir metode pemecahan masalah dan pemahaman konsep dasar teknologi.

Baca Juga: realme GT 7 Pro Rilis! Berbekal Chipset Snapdragon 8 Elite dengan Performa dan AI Terdepan, Segini Harganya

Program tersebut tentu membutuhkan kesiapan yang matang supaya dapat berjalan secara efektif dan tidak jadi beban bagi sekolah atau siswa.

Berikut ini adalah beberapa persiapan yang perlu dilakukan oleh pihak sekolah:

1. Akses Internet Stabil

Coding sering melibatkan penggunaan platform berbasis web atau pembelajaran yang dilakukan melalui sumber daya daring.

Tentunya sekolah perlu sekali untuk menyediakan akses internet dengan kecepatan yang baik demi mendukung kegiatan pembelajaran tersebut.

2. Ruang Lab Komputer yang Memadai

Ruang laboratorium komputer yang dipersiapkan harus dirancang dengan baik, dilengkapi dengan meja kursi mendukung, ventilasi yang memadai dan tata letak yang memungkinkan siswa untuk bekerja secara nyaman dan fokus.

3. Proyektor atau Papan Interaktif

Guru Pun memerlukan alat bantu visual seperti proyektor untuk mempresentasikan materi coding, menjelaskan langkah-langkah pemrograman atau mendemonstrasikan hasil program yang telah dibuat.

4. Perangkat Lunak Pembelajaran Coding

Sekolah perlu menyediakan perangkat lunak yang dibutuhkan dan sesuai dengan tingkat usia para siswa.

Baca Juga: Siap-siap! Instagram Kembangkan Fitur AI, Memungkinkan Pengguna untuk Bisa Lakukan Hal Ini

Software seperti Scratch atau Blockly bisa digunakan untuk anak SD, sementara untuk SMP dan SMA bisa menggunakan perangkat lunak seperti Python, Java atau C++ dapat diajarkan secara bertahap.

5. Sumber Daya Energi Listrik yang Stabil

Kegiatan coding ini sangat bergantung pada perangkat elektronik dan listrik yang memadai.

Ketersediaan pasokan listrik yang stabil sangat penting untuk memastikan proses pembelajaran berjalan lancar dan tidak terganggu.

6. Buku Panduan dan Materi Digital

Buku panduan atau e-modul yang disusun secara khusus sesuai dengan kurikulum coding sangat dibutuhkan dalam proses pembelajaran siswa.

Baca Juga: Review Infinix Hot 50 Pro Plus, HP Rp2 Jutaan dengan Desain Layar Mewah Sudah Support AI dan Performa Gaming Mulus!

Materi tersebut harus berisi tentang teori dasar, langkah-langkah praktis serta contoh project yang relevan dengan tingkat pendidikan siswa.

7. Pelatihan untuk Guru

Sarana pelatihan bagi guru yang bersangkutan juga menjadi prioritas.

Guru harus dibekali kemampuan coding dasar hingga lanjutan serta metode pengajaran yang menarik supaya dapat menyampaikan materi dengan cara yang efektif.

8. Keamanan dan Sistem Pemeliharaan

Peralatan dan perangkat lunak yang digunakan membutuhkan sistem keamanan yang baik untuk melindungi data dari ancaman digital.

Baca Juga: Spesifikasi, Kelebihan dan kekurangan OPPO Reno 12 Pro: Desain Kuat dan Punya Banyak Fitur AI, Cek Harganya

Selain itu, pihak sekolah memerlukan tim teknisi atau staf IT yang bertugas memelihara perangkat serta memastikan semua peralatan dalam kondisi yang baik.

9. Ruang Kolaborasi atau Makerspace

Untuk mendorong kreativitas para siswa, sekolah dapat menyediakan ruang kolaborasi yang dilengkapi dengan alat tambahan seperti robotik, printer 3D atau perangkat LoT sederhana.

Dengan sarana dan prasarana yang memadai, pembelajaran coding di tingkat SD/SMP/SMA dapat menjadi pengalaman yang efektif, menarik dan bermanfaat bagi para siswa.***

Reporter Indra Purwatama
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil