Pendidikan

Dari 260 Proposal, BCA Umumkan 8 Finalis Genera-Z Berbakti 2026 untuk Adu Gagasan di Hadapan 3 Panelis

Oleh: Gita Esa Hafitri Jumat 01 Mei 2026, 09:51 WIB
Dari 260 Proposal, BCA Umumkan 8 Finalis Genera-Z Berbakti 2026 untuk Adu Gagasan di Hadapan 3 Panelis

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) secara resmi telah menyaring ratusan ide brilian dan mengumumkan delapan tim mahasiswa terbaik yang berhasil melaju ke babak final ajang Genera-Z Berbakti 2026. Program ini bukan sekadar kompetisi ide, melainkan sebuah panggilan terbuka (call for proposal) bagi generasi Z untuk terjun langsung membawa perubahan di berbagai desa binaan Bakti BCA melalui gagasan yang segar dan aplikatif.

Pencapaian delapan tim ini merupakan hasil seleksi yang sangat ketat. Bayangkan saja, panitia harus mengkurasi lebih dari 260 proposal yang dikirimkan oleh 98 perguruan tinggi terkemuka di seluruh penjuru Indonesia. Kini, para finalis bersiap menghadapi ujian sesungguhnya: mempresentasikan strategi pengabdian mereka di hadapan dewan juri yang terdiri dari para tokoh inspiratif nasional untuk memperebutkan tiket implementasi langsung di empat Desa Bakti BCA.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menyampaikan rasa bangga yang luar biasa terhadap kualitas gagasan yang masuk tahun ini. Menurutnya, proposal-proposal tersebut tidak hanya menawarkan solusi teknis, tetapi juga memancarkan kepedulian yang mendalam dari mahasiswa terhadap keberlanjutan lingkungan dan kemandirian masyarakat desa.

"BCA memberikan selamat kepada delapan tim yang sukses melaju ke fase final Genera-Z Berbakti 2026. Secara umum, kami melihat semua proposal yang masuk mengandung berbagai gagasan kreatif dan membuktikan betapa besarnya antusiasme kaum muda untuk berbakti serta menghadirkan dampak positif yang nyata. Kami berpesan kepada tim yang belum berhasil lolos agar tetap menjaga asa dan semangat agar ide-ide kalian tetap bisa diwujudkan. Kami menantikan performa terbaik para finalis saat mempertahankan proposal mereka di depan para juri," tutur Hera.

Delapan tim ini terbagi menjadi empat kelompok besar yang masing-masing akan memperebutkan kesempatan mengabdi di satu desa tujuan khusus. Berikut adalah rincian desa binaan dan para finalis yang membawa proposal unik mereka:

1. Destinasi: Desa Wisata Kreatif Terong, Bangka Belitung

Di sini, pertarungan ide fokus pada transformasi digital dan ekonomi hijau. UIN Sunan Gunung Djati Bandung membawa proyek DESA HIDUP, sebuah konsep Smart Eco-Tourism yang mengawinkan kelestarian alam dengan kecanggihan teknologi digital.

Sementara itu, Universitas Gadjah Mada (UGM) mengusung optimalisasi potensi desa lewat kerangka Sustainable Tourism dan inovasi Green-Blue Economy demi kesejahteraan warga.

2. Destinasi: Desa Wisata Situs Gunung Padang, Jawa Barat

Keasrian situs megalitikum menjadi fokus utama pelestarian melalui pemberdayaan pemuda. Universitas Padjadjaran (Unpad) mengenalkan program MEGA-LESTARI yang mengintegrasikan ekonomi sirkular dan sanitasi ekologis berbasis gerakan pemuda.

Di sisi lain, IPB University menawarkan Sabilulungan LESTARI, sebuah sistem terpadu untuk manajemen sampah, pengembangan Tanaman Obat Keluarga (TOGA), serta agroforestri.

3. Destinasi: Desa Wisata Patakbanteng, Jawa Tengah

Isu kesehatan dan teknologi lingkungan menjadi senjata utama para finalis di wilayah ini. Universitas Airlangga (Unair) membawa proyek Amerta Pertiwi, yang fokus pada keberlanjutan melalui teknologi lingkungan sirkular dan pemberdayaan kesehatan perempuan berbasis digital.

Lalu, Universitas Cenderawasih hadir dengan konsep transformasi desa yang sehat dan berdaya melalui penggabungan inovasi kesehatan, kemandirian pangan, dan teknologi pengolahan lingkungan.

4. Destinasi: Desa Wisata Kakaskasen Dua, Sulawesi Utara

Budaya lokal dan keberlanjutan pertanian menjadi tema sentral bagi perwakilan dari Jakarta. Universitas Indonesia (UI) melalui program KATALIS, mereka menawarkan transformasi di sektor pertanian, wisata kebugaran (wellness tourism), dan keberlanjutan inovasi lokal.

Sementara itu, BINUS University mengusung MAPALUS, sebuah aksi nyata khas Minahasa untuk menjaga kelestarian seni, peningkatan keahlian lokal, serta keberlanjutan.

Ujian bagi para finalis dipastikan tidak akan mudah. BCA menghadirkan tiga panelis dengan rekam jejak luar biasa yang akan membedah setiap aspek dari proposal mahasiswa tersebut. Ketiganya dipilih karena memiliki keterkaitan erat dengan isu sosial dan pembangunan.

1. Nicholas Saputra (Duta Bakti BCA): Aktor papan atas yang dikenal sangat vokal dan aktif dalam isu pelestarian lingkungan serta perlindungan budaya.

2. Cinta Laura (Entertainer & Sociopreneur): Sosok multitalenta yang sangat peduli pada pemberdayaan perempuan serta pengembangan karakter generasi muda.

3. Tri Mumpuni (Ilmuwan & Wirausaha Sosial): Tokoh legendaris yang dijuluki "Wanita Listrik" karena jasanya membangun kemandirian energi di puluhan desa melalui mikrohidro.

Hera F. Haryn menyatakan keyakinannya bahwa kehadiran para juri tersebut akan menghasilkan keputusan yang paling tepat untuk kemajuan desa.

"Kami meyakini bahwa para juri Genera-Z Berbakti memiliki pengalaman yang mumpuni dan selaras dengan tujuan program, sehingga mereka pasti mampu memilih proposal paling berkualitas untuk diimplementasikan di tiap desa tujuan. Kami berharap ajang Genera-Z Berbakti 2026 ini menjadi sarana mahasiswa untuk saling bertukar ide dan semakin terpacu memberikan kontribusi bagi masyarakat di sekitar mereka," tambah Hera.

Program Genera-Z Berbakti 2026 telah dirancang secara sistematis agar ide mahasiswa tidak berhenti di atas kertas saja. Setelah pengumuman finalis hari ini, para peserta akan memasuki tahap penjurian final pada 16-17 Mei 2026.

Langkah selanjutnya setelah penetapan pemenang yaitu bootcamp dan pelepasan menuju lokasi desa wisata binaan. Mahasiswa akan tinggal dan mengabdi langsung di lapangan mulai 8 Juli hingga 6 Agustus 2026. Setelah itu, mereka wajib mempresentasikan hasil kerja nyata di depan publik dan pihak BCA.

Informasi lebih lanjut mengenai Genera-Z Berbakti 2026 dapat diakses di bca.id/generazberbakti.

Reporter Gita Esa Hafitri
Editor Gita Esa Hafitri