Pendidikan

10 Tahun PIP, Ubah Lanskap Pendidikan Indonesia, Apa Saja Perkembangannya?

Oleh: Atiek Widyastuti Hadi Senin 16 Sep 2024, 10:53 WIB
Ilustrasi. Bansos PIP

AYOJAKARTA.COM - Program Indonesia Pintar (PIP) telah berjalan 10 tahun terakhir dan mampu meningkatkan akses serta kualitas pendidikan di Indonesia.

Diluncurkan 2024 lalu, PIP bertujuan untuk memberikan bantuan biaya pendidikan pada anak usia sekolah dari keluarga miskin dan rentan miskin.

Dalam satu dekade terakhir, PIP telah mengalami perkembangan signifikan.

Baik dari segi jumlah yang disasar hingga besaran bantuan yang diberikan.

Berikut perjalanan 10 tahun PIP yang dirangkum Ayojakarta.com dari Instagram @puslapdik_dikbud, Senin 16 September 2024.

1. JUMLAH SASARAN

Baca Juga: Cek Kartu Keluarga Kamu Sekarang! 7 Kategori KPM Bansos Ini Kena Aturan Baru DTKS dan akan Dicoret dari PKH September-Oktober Tahun Ini!

Hingga saat ini PIP telah menyasar hingga 18.539.527 peserta didik dari jenjang SMA hingga SMA.

Mereka adalah peserta didik dari keluarga kurang mampu yang terancam putus sekolah.

2. ADA KENAIKAN JUMLAH NOMINAL

Khusus untuk peserta didik usia SMA/SMK/SMALB/Paket C, ada tambahan nominal yang mereka terima.

Jika sebelumnya mereka mendapatkan Rp 1 juta per tahun, saat ini naik jadi Rp 1,8 juta per tahun.

Kenaikan yang sangat signifikan ini jadi yang pertama sejak diluncurkan 2015 lalu.

Baca Juga: 5 Jenis Bansos yang Dijadwalkan Cair pada Pertengahan September 2024, Apa saja?

PIP telah membuktikan, dengan komitmen dan kerja sama dapat menciptakan perubahan besar dalam dunia pendidikan.

Tak hanya itu PIP juga membuka kesempatan bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu untuk tetap melanjutkan pendidikan.

Hal ini secara tidak langsung mereka berkontribusi dalam keluarga dan bangsa.

PIP juga telah menginspirasi semua pihak untuk terus bermimpi dan berjuang demi bangsa dan anak bangsa.***

Baca Juga: KPM Dapat Pencairan BPNT Dobel Rp800 Ribu di Kartu KKS-nya, Kok Cair Bisa 2 Kali? Ini Penjelasan Petugas

Reporter Atiek Widyastuti Hadi
Editor Imanudin Abdurohman