AYOJAKARTA.COM – Dampak dari perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence, berimplikasi pada sejumlah jurusan kuliah.
Penggunaan program berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence yang lebih kompleks, membuat beberapa jurusan kuliah mulai kehilangan peminat.
Selain relevansinya yang kurang aplikatif dengan kebutuhan masa depan, lulusan jurusan kuliah tertentu juga banyak tergantikan oleh kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence.
Sehingga salah satu hal penting yang perlu dilakukan oleh mahasiswa sebelum memilih suatu jurusan kuliah adalah mempertimbangan keberlangsungannya di masa depan.
Meski oleh sejumlah kalangan sering disebut menjadi potensi ancaman di masa depan, beberapa jurusan kuliah justru dianggap memiliki resistensi untuk digantikan.
Sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam menentukan program studi pilihan, berikut adalah delapan jurusan kuliah yang bebas dari dampak penggunaan kecerdasan buatan.
Jurusan kuliah urutan pertama yang dianggap terbebas dari pergantian kecerdasan buatan di masa depan adalah Teknik Informatika.
Baca Juga: UNJ Tersingkir! 24 Perguruan Tinggi Terbaik THE Asia University Rankings Research Enviroment 2024
Memiliki fokus secara lebih khusus pada proses pembuatan dan fungsi teknologi, Teknik Informatika disebut bebas dari pergantian AI.
Disamping karena dianggap sebagai pencipta AI, jurusan Teknik Informatika memahami kelemahan dan kekurangan hasil kreasinya.
Jurusan kuliah yang menempati urutan kedua kategori bebas dari pergantian AI di masa depan adalah Pendidikan.
Berbeda dengan sebuah program buatan yang relatif kompatibel dan hanya mengacu pada fungsi terapan, proses pendidikan membutuhkan peran kesadaran dan perasaan.
Jurusan kuliah selanjutnya yang termasuk dalam kategori sulit digantikan oleh kecerdasan buatan di masa depan adalah Kedokteran.
Meski penggunaan teknologi robotika banyak diterapkan, eksekusi atau keputusan penanganan menyangkut jiwa dan nyawa membutuhkan peran manusia.
Pendekatan dan cara penerapan serupa, selain berlaku pada bidang Kedokteran juga diperlukan pada jurusan Kuliah Psikologi dan Hukum.
Menemukan keseimbangan antara faktor keinginan dan ketersediaan yang menyangkut aspek perasaan dan keadilan, membuat jurusan Psikologi dan Hukum bebas ancaman AI.
Jurusan kuliah di urutan kelima yang dianggap banyak kalangan tidak akan terpengaruh oleh kecerdasan buatan adalah Seni.
Menyakut aspek perasaan dan kepuasan yang lebih manusiawi serta mendalam, membuat jurusan Seni tidak terganti oleh kecerdasan buatan.
Selain Seni, jurusan kuliah berikutnya yang diyakini tidak akan bisa tergantikan oleh hadirnya kecerdasan buatan adalah Sastra.
Meski mesin berbasis kecerdasan buatan mampu berkarya dalam waktu singkat, kombinasi antara elemen rasa serta gagasan merupakan hal yang sulit ditiru oleh mesin perekayasa.
Karena menyangkut kesadaran dan eksistensialisme manusia, jurusan kuliah kedelapan yang tidak akan tergantikan oleh hadirnya kecerdasan buatan adalah Filsafat.