Pendidikan

7 Jurusan Paling Mudah Ditembus di Universitas Negeri Malang (UM), Termudah Nomor 6 dan 7 dari Fakultas Teknik

Oleh: Lilia Sari Jumat 30 Agu 2024, 12:42 WIB
Ilustrasi jurusan paling mudah ditembus di UM.

AYOJAKARTA.COM - Universitas Negeri Malang (UM) adalah perguruan tinggi negeri yang terletak di Kota Malang, Jawa Timur.

Universitas Negeri Malang menawarkan berbagai jurusan kuliah yang dapat dipilih calon mahasiswa baru.

Dari banyaknya jurusan yang ada, setidaknya terdapat tujuh jurusan yang paling mudah ditembus di Universitas Negeri Malang.

Jurusan-jurusan paling mudah ditembus di UM ini dapat dilihat dari tingkat keketatan jurusan.

Keketatan jurusan adalah persentase peluang peserta untuk mendapat kursi pada jurusan yang dituju.

Semakin tinggi angka persentasenya, maka semakin mudah jurusan tersebut untuk ditembus.

Baca Juga: 6 Tips Jitu Menjawab Soal TKP CPNS 2024, Contekan yang Wajib Diketahui Pelamar, Apa Saja?

Keketatan setiap jurusan berbeda-beda, yakni dihitung berdasarkan jumlah daya tampung dan jumlah peminat.

Kira-kira, jurusan apa yang paling mudah ditembus di UM?

Dilansir ayojakarta.com dari laman seleksi.um.ac.id, inilah tujuh jurusan paling mudah ditembus di UM.

1. D4 Teknologi Rekayasa dan Pemeliharaan Bangunan Sipil - Fakultas Vokasi (FV)

Keketatan: 53 persen

2. S1 Fisika - Fakultas Matematika dan IPA (MIPA)

Baca Juga: Saldo Rp450 Ribu Masuk Rekening, Berikut Daftar Wilayah yang Mulai Mendapatkan Kartu KKS

Keketatan: 50 persen

3. D4 Teknologi Rekayasa Sistem dan Elektronika - Fakultas Vokasi (FV)

Keketatan: 45 persen

4. S1 Pendidikan Bahasa Jerman - Fakultas Sastra (FS)

Keketatan: 43 persen

5. S1 Pendidikan Seni Tari dan Musik - Fakultas Sastra (FS)

Keketatan: 42 persen

6. S1 Pendidikan Teknik Bangunan - Fakultas Teknik (FT)

Keketatan: 42 persen

7. S1 Pendidikan Teknik Mesin - Fakultas Teknik (FT)

Keketatan: 41 persen

Itulah tujuh jurusan yang paling mudah ditembus di Universitas Negeri Malang (UM).***

Baca Juga: 5 Jurusan S1 Paling Mudah dan Cepat Lulus di Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED): Lama Studi Hanya 3,5 Tahun

Reporter Lilia Sari
Editor Imanudin Abdurohman