Pendidikan

7 Jurusan S-1 di Undip Paling Susah Ditembus, Pendaftar Capai 14.552 Peserta tapi Daya Tampung hanya 300 Kursi

Oleh: Cindra May Ningrum Kamis 15 Agu 2024, 19:00 WIB
Universitas Diponegoro (Undip).

AYOJAKARTA.COMUniversitas Diponegoro (Undip) yang kampus utamanya terletak di Semarang, Jawa Tengah, menjadi salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) incaran calon mahasiswa baru.

Undip membuka seleksi penerimaan mahasiswa baru melalui berbagai jalur seleksi seperti Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT), dan jalur Mandiri.

Jika kamu bermimpi untuk bisa berkuliah di Undip, ketahui beberapa jurusan kuliah yang paling susah untuk ditembus.

Beberapa jurusan kuliah S-1 yang paling susah ditembus ini mempunyai jumlah pendaftar yang fantastis bahkan mencapai puluhan ribu peserta.

Semakin banyak pendaftar di jurusan Undip, maka bisa dipastikan keketatan dan persaingan akan semakin sengit.

Lantas, jurusan S-1 apa saja yang masuk daftar paling susah ditembus dengan pendaftar terbanyak di Universitas Diponegoro?

Dikutip dari laman resmi pmb.undip.ac.id pada Kamis, 15 Agustus 2024, berikut daftarnya dari akumulasi berbagai jalur seleksi Undip pada seleksi penerimaan maba tahun 2023:

Baca Juga: Soal Mahasiswi FK UNDIP Bunuh Diri, Pihak Universitas Diponegoro Bantah Almarhumah Jadi Korban Bullying

1. S-1 Kedokteran

- Peminat: 14.552

- Daya Tampung: 300

2. S-1 Hukum

- Peminat: 11.634

- Daya Tampung: 890

3. S-1 Psikologi

- Peminat: 11.112

- Daya Tampung: 390

4. S-1 Manajemen

- Peminat: 9.312

- Daya Tampung: 370

5. S-1 Akuntansi

- Peminat: 6.632

- Daya Tampung: 370

6. S-1 Kesehatan Masyarakat

- Peminat: 6.572

- Daya Tampung: 390

7. S-1 Informatika

- Peminat: 5.978

- Daya Tampung: 220

Baca Juga: Mau Kuliah di UNDIP? Inilah 35 Jurusan Terbaik di Universitas Diponegoro yang Paling Direkomendasikan, Sudah Akreditasi Unggul

Demikian informasi terkait daftar 7 jurusan S-1 Universitas Diponegoro (Undip) paling susah ditembus dengan pendaftar terbanyak berdasarkan data tahun 2023.***

Reporter Cindra May Ningrum
Editor Tedi Rukmana