AYOJAKARTA.COM - Institut Teknologi Bandung atau ITB merilis data penerimaan mahasiswa baru tahun 2024 melalui empat jalur utama yaitu SNBP (SNBP Peminatan & SNBP Non Peminatan), SNBT, Seleksi Mandiri (SM-ITB), dan International Undergraduate Program (IUP).
Dari data tersebut, diketahui ada dua fakultas yang memiliki tingkat keketatan penerimaan yang relatif paling tinggi.
Apa dua fakultas tersebut?
Tingkat keketatan penerimaan ini diukur dengan persentase penerimaan. Semakin kecil persentasenya, menunjukkan persaingan yang semakin ketat.
Baca Juga: 10 Jurusan Kuliah untuk Anak IPA yang Masa Depannya Terjamin, Jurusan Kamu Aman?
Berdasarkan data yang diperoleh dari situs resmi penerimaan ITB, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika – Komputasi (STEI-K) dan Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) memiliki tingkat keketatan penerimaan mahasiswa kurang dari 5%.
Sekolah Teknik Elektro dan Informatika – Komputasi (STEI-K) menjadi yang paling sulit ditembus di antara semua fakultas dan sekolah di ITB. Dengan persentase penerimaan di bawah 5%, STEI-K selalu menjadi pilihan utama bagi calon mahasiswa yang memiliki minat tinggi di bidang teknologi informasi dan elektro.
Program ini menawarkan berbagai mata kuliah yang sangat diminati, mulai dari pemrograman hingga kecerdasan buatan.
Tidak jauh berbeda, Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) juga menunjukkan tingkat keketatan penerimaan yang sangat tinggi dengan persentase yang sama, yaitu di bawah 5%.
SBM terkenal dengan program-program bisnisnya yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Tidak mengherankan jika banyak calon mahasiswa berlomba-lomba untuk bisa masuk ke program ini.
Di luar kedua fakultas tersebut, ITB memiliki beberapa fakultas dan sekolah lainnya dengan tingkat keketatan penerimaan antara 5% hingga 10%.
Beberapa di antaranya adalah Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam – IPA (FMIPA-IPA), Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati – Sains (SITH-S), dan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB). Persaingan di fakultas-fakultas ini juga tidak kalah ketat dan membutuhkan persiapan yang matang bagi para calon mahasiswa.
Selain itu, ada juga Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM), Sekolah Teknik Elektro dan Informatika – Rekayasa (STEI-R), Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan – Infrastruktur Sipil dan Kelautan (FTSL-SI), serta Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan – Teknologi Lingkungan (FTSL-L) yang juga memiliki tingkat keketatan penerimaan di rentang yang sama.
Tidak hanya di kampus utama, beberapa program studi di kampus ITB Cirebon juga memiliki tingkat keketatan penerimaan yang tinggi. Fakultas Teknologi Industri – Kampus Cirebon (FTI-C) misalnya, memiliki tingkat keketatan penerimaan antara 5% hingga 10%, serupa dengan fakultas di kampus utama.
Tingkat keketatan penerimaan yang tinggi ini menunjukkan betapa tingginya minat calon mahasiswa untuk melanjutkan studi di ITB.
ITB memang dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia dengan fasilitas dan kualitas pendidikan yang unggul.
Semoga informasi ini bisa menjadi panduan dan motivasi bagi para calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi di ITB.
Baca Juga: Intip Bocoran Tes Samapta Sekolah Kedinasan 2024, Sudah Siapkan Kamu?
Berikut adalah data keketatan penerimaan mahasiswa per fakultas.
- Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam – IPA (FMIPA-IPA) 5% – 10%
- Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati – Sains (SITH-S) 5% – 10%
- Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati – Rekayasa (SITH-R) 5% – 10%
- Sekolah Farmasi (SF) 5% – 10%
- Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) 5% – 10%
- Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) 5% – 10%
- Sekolah Teknik Elektro dan Informatika – Komputasi (STEI-K) < 5%
- Sekolah Teknik Elektro dan Informatika – Rekayasa (STEI-R) 5% – 10%
- Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan – Infrastruktur Sipil dan Kelautan (FTSL-SI) 5% – 10%
- Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan – Teknologi Lingkungan (FTSL-L) 5% – 10%
- Fakultas Teknologi Industri – Sistem dan Proses (FTI-SP) 5% – 10%
- Fakultas Teknologi Industri – Rekayasa Industri (FTI-RI) 5% – 10%
- Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) 5% – 10%
- Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) 5% – 10%
- Fakultas Senirupa dan Desain (FSRD) 5% – 10%
- Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) < 5%
- Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian – Kampus Cirebon (FITB-C) >15%
- Fakultas Teknologi Industri – Kampus Cirebon (FTI-C) 5% – 10%
- Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan – Kampus Cirebon (SAPPK-C) 10% – 15%
- Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan – Kampus Cirebon (FTTM-C) 10% – 15%
- Fakultas Senirupa dan Desain – Kampus Cirebon (FSRD-C) >15%.***