Pendidikan

Rhenald Kasali: Lebih Baik Mana, Universitas Dalam Negeri atau Kuliah di Luar Negeri?

Oleh: Muhammad Imansyah Minggu 07 Jul 2024, 08:49 WIB
Ilustrasi cara belajar kuliah di luar negeri

AYOJAKARTA.COM - Prof. Rhenald Kasali dalam akun Instagram pribadinya @rhenald.kasali menyoroti proses penerimaan perguruan tinggi yang ketat di dalam negeri.

Tidak semua calon mahasiswa mendapatkan tempat di universitas dalam negeri yang mereka inginkan.

Hal ini menimbulkan pertanyaan krusial: apakah sebaiknya memilih universitas terbaik di Indonesia atau mempertimbangkan untuk kuliah di luar negeri?

Baca Juga: 10 Jurusan Sepi Peminat di Universitas Airlangga (UNAIR) 2024, Nomor 5 Berpeluang Kerja di Luar Negeri Lho!

Keputusan ini sangat relevan saat karena banyak orang mendapati diri mereka tidak dapat mendaftar di universitas dalam negeri.

Selanjutnya mempertimbangkan pentingnya bisa diterima oleh lembaga pendidikan di luar negeri.

Daya tariknya seringkali terletak pada kesempatan untuk belajar bahasa Inggris dan terlibat dalam komunitas internasional—sebuah pertimbangan yang sahih.

Namun, memilih universitas bukan hanya soal negaranya. Ini juga tentang memilih rekan-rekan yang akan membentuk perjalanan akademis dan pada akhirnya masa depanmu.

Baca Juga: 7 Jurusan Kuliah yang Memiliki Peluang Kerja Tinggi di Luar Negeri, Cocok Untuk Kamu Kamu yang Mau Jadi Diaspora Indonesia

Teman-teman yang kamu dapatkan di universitas memainkan peran penting dalam menentukan jalanmu ke depan.

Di universitas bergengsi, meski tidak semua pengajarnya berprestasi, kualitas lulusannya tetap bisa luar biasa.

Proses seleksi yang ketat memastikan bahwa hanya siswa terbaik yang diterima, sehingga membina komunitas unggul.

Lingkungan seperti itu memberdayakan individu-individu berbakat; dengan kurikulum yang tepat, mereka berkembang.

Baca Juga: 8 Jurusan Kuliah dengan Peluang Tinggi Kerja di Luar Negeri, Gak Cuma HI Loh!

Sebaliknya, memilih universitas di luar negeri yang tidak memiliki kriteria penerimaan yang ketat dapat mengakibatkan jumlah mahasiswa yang diterima lebih mementingkan kemampuan finansial daripada prestasi akademis.

Hal ini dapat berdampak pada suasana akademis secara keseluruhan dan kualitas rekan-rekanmu. Banyak universitas di luar negeri yang beroperasi dalam kondisi seperti itu.

Selain itu, gaya hidup dan hasil pendidikan siswa di institusi yang kurang selektif dapat berbeda secara signifikan.

Memprioritaskan status sosial dan kemudahan finansial dibandingkan kekakuan akademis dapat menyebabkan pengalaman pendidikan yang kurang memuaskan dan pertumbuhan pribadi yang terbatas.

Baca Juga: Banyak yang Ingin Kerja di Luar Negeri, Berapa Sih Gaji TKI ART di Berbagai Negara?

Pada akhirnya, memilih universitas bukan hanya soal lokasi; ini tentang lingkungan yang akan kamu tinggali dan persahabatan yang akan kamu jalin.

Koneksi ini akan memengaruhi perjalananmu dalam membentuk masa depanmu yang tentunya ingin sukses.

Hal ini menggarisbawahi kekuatan jaringan dan tetap relevan dalam kegiatan akademis dan profesional.

Kesimpulannya, apakah kamu memilih universitas dalam negeri atau kuliah di luar negeri, buatlah keputusan yang selaras dengan aspirasi akademis dan nilai-nilai pribadimu.

Pertimbangkan tidak hanya kampusnya, tetapi juga komunitas dan peluang yang ditawarkannya seperti pendapat Rhenald Kasali di atas.

Pengalaman belajar universitas harus menjadi perjalanan transformatif yang mempersiapkan dirimu untuk sukses di arena global.***

Reporter Muhammad Imansyah
Editor Kartika Endah Prihatin