Pendidikan

6 Orang CPDB Gunakan KK Palsu pada PPDB Salah Satu SMAN di Bandung, Pejabat Pengelola Buka Suara

Oleh: Nadya Donna Putri Kamis 27 Jun 2024, 14:16 WIB
Di SMAN 5 Bandung diduga telah terdapat kecurangan yaitu 6 orang Calon Peserta Didik Baru (CPDB) menggunakan KK palsu.

AYOJAKARTA.COM -- PPDB atau Penerimaan Peserta Didik Baru sedang berlangsung di seluruh Indonesia.

Salah satu kota yang mengadakan PPDB adalah Bandung. PPDB di Bandung kebanyakan menggunakan sistem zonasi saat ini.

Namun di SMAN 5 Bandung diduga telah terdapat kecurangan yaitu 6 orang Calon Peserta Didik Baru (CPDB) menggunakan KK palsu.

Baca Juga: Link dan Cara Lapor Diri Jalur Zonasi PPDB Jakarta 2024 SMP SMA

Pejabat pengelola PPDB SMAN 5 Bandung, Titi Patimah mengungkapkan kalau tim sekolah telah melakukan verifikasi langsung ke alamat CPDB.

Berikut penjelasannya dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube KOMPASTV pada Kamis, 27 Juni 2024:

Titi Patimah, Pejabat pengelola PPDB SMAN 5 Bandung mengungkapkan tim dari sekolah telah melakukan verifikasi ke lapangan yaitu alamat rumah CPDB.

Baca Juga: Berhasil Meraih Peringkat 3 Nasional! Cek 6 SMA Terbaik di Boyolali yang Layak Jadi Acuan PPDB 2024 di Jawa Tengah

“Dari tim sekolah itu kami (pejabat pengelola PPDB SMAN 5 Bandung) memverifikasi ke alamat-alamat yang bersangkutan,” ujarnya.

Ia menambahkan kalau dari verifikasi langsung tersebut ada yang memang benar sehingga diterima.

“Ada yang sesuai, tetap sesuai, jadi tetap diterima,” jelasnya melanjutkan perkataan sebelumnya.

Baca Juga: Kamu Ingin Daftar Jalur Zonasi SMA di PPDB Jawa Timur 2024? Ini Dia, Ketentuan Serta Tips dan Triknya

Sementara ada juga yang ia temukan menggunakan KK palsu tadi yaitu tidak tinggal di rumah tersebut tetapi ada namanya.

Bahkan pemilik rumah yang KK ditumpangi tersebut tidak mengetahui adanya para CPDB tersebut.

“Ada yang beberapa seperti yang disebutkan, 6 tadi, itu tidak sesuai. Artinya mereka KKnya di situ, tetapi sebenarnya tidak tinggal di situ. Bahkan yang punya rumah tidak tahu ada CPD di situ,” jelas Titi Patimah.***

Reporter Nadya Donna Putri
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil