Pendidikan

UKT dan IPI UGM Tahun Ajaran 2024 2025: Cek 7 Prodi Termurah Jalur Seleksi Mandiri di Universitas Gadjah Mada

Oleh: Sulistiyaningsih Senin 24 Jun 2024, 05:48 WIB
Universitas Gadjah Mada (UGM) telah sepakat dan mengikuti ketentuan dari Kemendikbud Ristek untuk membatalkan kenaikan UKT dan IPI.

AYOJAKARTA.COM -- Universitas Gadjah Mada (UGM) telah sepakat dan mengikuti ketentuan dari Kemendikbud Ristek untuk membatalkan kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Iuran Pembangunan Institusi (IPI) di tahun 2024.

Batal naiknya biaya UKT dan IPI di tahun 2024 ini, maka biaya kuliah di UGM akan kembali mengacu aturan lama yakni UKT dan IPI di tahun 2023.

Berdasarkan aturan tahun 2023, biaya UKT di Universitas Gadjah Mada dibedakan menjadi 5 kelompok.

Baca Juga: 9 Daftar PTN Bebas Uang Pangkal melalui Jalur Mandiri 2024, Ada ITB dan UGM

Dari banyaknya program studi yang dibuka pendaftaran di tahun 2024 ini, ada beberapa program studi (prodi) yang masuk dalam kategori termurah di UGM.

Beberapa prodi ini memiliki UKT tertinggi yang nominalnya tidak lebih dari Rp8 juta, berbeda dari jurusan lainnya yang bisa mencapai belasan juta.

Berikut 7 prodi termurah Jalur Seleksi Mandiri di Universitas Gadjah Mada dengan jika masih memakai skema UKT tahun 2023 sebagaimana dikutip Ayojakarta.com dari laman resminya pada Senin, 23 Juni 2024.

Baca Juga: Gaji Lulusan Tembus Rp120 Juta! Ini 15 Prodi Teknik Elektro Terbaik Versi THE Impact Rangkings 2024, UI Ungguli UGM dan ITB

1. Bahasa dan Kebudayaan Korea

- UKT bersubsidi 100 persen : Rp0

- UKT bersubsidi 75 persen : Rp1.900.000

- UKT bersubsidi 50 persen : Rp3.800.000

- UKT bersubsidi 25 persen : Rp5.700.000

- UKT bersubsidi unggul : Rp7.600.000

2. Bahasa dan Kebudayaan Jepang

- UKT bersubsidi 100 persen : Rp0

- UKT bersubsidi 75 persen : Rp1.900.000

- UKT bersubsidi 50 persen : Rp3.800.000

- UKT bersubsidi 25 persen : Rp5.700.000

- UKT bersubsidi unggul : Rp7.600.000

Baca Juga: UGM Jadi Universitas Favorit Ketiga di UTBK SNBT 2024, Berikut 5 Prodi Soshum Paling Banyak Diincar Lengkap dengan Biaya UKT

3. Bahasa dan Sastra Prancis

- UKT bersubsidi 100 persen : Rp0

- UKT bersubsidi 75 persen : Rp1.900.000

- UKT bersubsidi 50 persen : Rp3.800.000

- UKT bersubsidi 25 persen : Rp5.700.000

- UKT bersubsidi unggul : Rp7.600.000

4. Bahasa dan Satra Indonesia

- UKT bersubsidi 100 persen : Rp0

- UKT bersubsidi 75 persen : Rp1.900.000

- UKT bersubsidi 50 persen : Rp3.800.000

- UKT bersubsidi 25 persen : Rp5.700.000

- UKT bersubsidi unggul : Rp7.600.000

5. Pariwisata

- UKT bersubsidi 100 persen : Rp0

- UKT bersubsidi 75 persen : Rp1.900.000

- UKT bersubsidi 50 persen : Rp3.800.000

- UKT bersubsidi 25 persen : Rp5.700.000

- UKT bersubsidi unggul : Rp7.600.000

Baca Juga: Maaf 89.105 Peserta Tak Lolos SNBT Universitas Gadjah Mada 2024, Ini Referensi 13 Prodi S1 dengan UKT dan IPI Terendah UM UGM

6. Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa

- UKT bersubsidi 100 persen : Rp0

- UKT bersubsidi 75 persen : Rp1.900.000

- UKT bersubsidi 50 persen : Rp3.800.000

- UKT bersubsidi 25 persen : Rp5.700.000

- UKT bersubsidi unggul : Rp7.600.000

7. Bahasa Arab

- UKT bersubsidi 100 persen : Rp0

- UKT bersubsidi 75 persen : Rp1.900.000

- UKT bersubsidi 50 persen : Rp3.800.000

- UKT bersubsidi 25 persen : Rp5.700.000

- UKT bersubsidi unggul : Rp7.600.000

Baca Juga: Lulus SNBT 2024 UGM? Pastikan Tahu Tahap Registrasinya, Cek Selengkapnya Disini!

Selain membayar biaya UKT, mahasiswa UGM yang berhasil lolos Jalur Seleksi Mandiri juga harus membayar biaya IPI yang dibayarkan satu kali di semester awal.

Besarnya IPI di Universitas Gadjah Mada berlaku sama dengan tahun ajaran 2023/2024.

Andi Sandi, Sekretaris Universitas UGM menyatakan bahwa IPI tidak dibebankan kepada mahasiswa baru yang masuk melalui SNBP, SNBT, dan Seleksi Mandiri yang masuk dalam kategori UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi.

“IPI dibayarkan satu kali sepanjang masa perkuliahan dengan besaran Rp20 juta untuk kelompok Ilmu Sosial dan Humaniora dan Rp30 juta untuk kelompok bidang Ilmu Sains, Teknologi, dan Kesehatan,” ujar Andi Sandi.***

Reporter Sulistiyaningsih
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil