AYOJAKARTA.COM - Teknik Sipil adalah bidang yang nggak harus menunggu sampai semester 8 untuk mulai mencoba freelance. Ada beberapa pilihan freelance yang bisa dicoba, salah satunya adalah menjadi drafter.
Di era digital saat ini, mahasiswa Teknik Sipil memiliki kesempatan emas untuk meraih cuan sambil menjalani kuliah.
Bidang ini tidak hanya menawarkan peluang karir di perusahaan besar, tetapi juga menghadirkan potensi freelance yang menguntungkan.
Bagi mereka yang memiliki keterampilan teknis dan kreativitas, freelance dapat menjadi jalan pintas untuk mengembangkan diri secara profesional dan finansial.
Freelance dalam Teknik Sipil menawarkan banyak keuntungan mulai dari kesempatan bekerja secara fleksibel hingga meraih pengalaman praktis yang tidak ditemukan dalam lingkup akademis tradisional.
Dikutip AyoJakarta.com dari video YouTube Adam Rizky, Sabtu (22/6/2024) , berikut freelance untuk Teknik Sipil:
1. Menjadi drafter
Drafter adalah pilihan freelance yang paling mudah dan gampang diakses. Tugas utamanya adalah membuat gambar dua dimensi. Untuk memulai sebagai drafter, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan:
- Device:
Kamu perlu device untuk menginstall Autocad. Spesifikasi minimum laptop seperti Intel Core i5 atau setara, minimal 8GB, SSD dengan kapasitas minimal 256GB dan NVIDIA GeForce GTX 1050 atau setara
- Software
Teknik Sipil tetapi juga dari jurusan lain seperti Teknik Perkapalan, Teknik Kimia, dan Teknik Mesin. Autocad sangat berguna untuk membuat gambar kerja dua dimensi maupun tiga dimensi.
- Skill
Penting untuk terbiasa menggunakan Autocad. Gunakan mouse untuk memudahkan pekerjaan, dan pelajari shortcut untuk mempercepat proses pengerjaan. Klien akan mencari freelancer yang bisa bekerja cepat dan rapi.
2. Menjadi estimator RAB (Rancangan Anggaran Biaya)
Estimator RAB adalah pekerjaan yang melibatkan penguasaan matematika dan fisika untuk menentukan strategi proyek yang efisien dan ekonomis.
Mahasiswa Teknik Sipil harus bisa menyusun RAB yang optimal. Ini biasanya dipelajari dalam mata kuliah estimasi biaya.
Dalam pekerjaan ini, mahasiswa Teknik Sipil harus mampu:
- Menghitung biaya material dan tenaga kerja, membuat strategi untuk proyek agar efisien dan ekonomis.
- Memahami perbedaan metode kerja dan material yang digunakan
3. Menjadi estimator struktur
Pekerjaan ini membutuhkan pemahaman tentang struktur, kekuatan, efisiensi, dan ekonomis dalam penggunaan material.
Mahasiswa Teknik Sipil harus mampu menyusun analisa struktur dengan baik. Tugas utama seorang estimator struktur seperti:
Menentukan penampang struktur seperti kolom, balok, dan plat, memilih material yang sesuai dengan beban dan gaya yang terjadi dan menghitung kebutuhan besi atau baja sesuai dengan standar
Selain ketiga pekerjaan di atas, ada juga pekerjaan yang memerlukan kehadiran di lokasi seperti:
1. Asisten Surveyor: Membantu surveyor dalam pengukuran data tanah atau ukuran as dan grid level.
2. Asisten Quality Control dan Quality Surveyor: Membantu dalam proses kontrol kualitas.
3. Logistik: Pekerjaan ini biasanya bukan freelance tetapi lebih ke pekerjaan tetap atau kontrak.
Selain itu, mahasiswa Teknik Sipil juga bisa menjadi asisten dosen atau asisten laboratorium di kampus.
Hal ini juga bisa dikategorikan sebagai freelance karena membantu dosen atau laboratorium dalam persiapan praktikum dan asistensi tugas besar.***