AYOJAKARTA.COM – Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) merupakan salah satu jalur penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia.
Setiap tahun, jutaan siswa berkompetisi untuk mendapatkan tempat di berbagai program studi yang ditawarkan oleh PTN di seluruh negeri.
Salah satu aspek yang menarik perhatian banyak calon mahasiswa adalah kuota penerimaan pada masing-masing program studi.
Kuota penerimaan ini bisa sangat bervariasi antara satu program studi dengan program studi lainnya, bahkan di dalam satu universitas yang sama.
Baca Juga: 15 Perguruan Tinggi Swasta Terbaik versi Webometrics 2024, Telkom Ungguli Binus dan UMY
Kuota penerimaan mahasiswa baru pada setiap program studi bisa berbeda-beda karena berbagai faktor. Berikut adalah beberapa alasan utama yang mempengaruhi variasi kuota tersebut:
a. Kapasitas dan Fasilitas
Setiap program studi memiliki kapasitas dan fasilitas yang berbeda-beda.
Program studi yang memerlukan banyak laboratorium, peralatan khusus, atau ruang kelas yang besar mungkin memiliki kapasitas yang lebih terbatas dibandingkan dengan program studi yang lebih teoretis dan tidak memerlukan banyak fasilitas fisik.
Kapasitas ini akan langsung mempengaruhi kuota penerimaan mahasiswa baru.
b. Permintaan dan Popularitas
Permintaan dan popularitas program studi juga menjadi faktor penentu kuota. Program studi yang sangat diminati oleh calon mahasiswa cenderung memiliki kuota yang lebih besar untuk menampung lebih banyak pelamar.
c. Kebutuhan Industri dan Pasar Kerja
Perguruan tinggi sering kali menyesuaikan kuota program studi berdasarkan kebutuhan industri dan pasar kerja.
Program studi yang lulusannya banyak dibutuhkan oleh industri tertentu mungkin akan memiliki kuota yang lebih besar.
d. Kebijakan Pemerintah dan Perguruan Tinggi
Kebijakan dari pemerintah dan perguruan tinggi juga mempengaruhi kuota penerimaan.
Pemerintah mungkin menetapkan kuota tertentu untuk program studi tertentu berdasarkan kebijakan pembangunan nasional.
Selain itu, perguruan tinggi juga memiliki kebijakan internal terkait berapa banyak mahasiswa yang dapat mereka terima berdasarkan sumber daya dan strategi akademis mereka.
e. Rasio Dosen dan Mahasiswa
Rasio dosen terhadap mahasiswa adalah faktor penting dalam menentukan kuota penerimaan.
Program studi yang memiliki rasio dosen-mahasiswa yang lebih baik mungkin dapat menerima lebih banyak mahasiswa.
Hal ini karena perguruan tinggi harus memastikan bahwa mereka dapat memberikan pendidikan yang berkualitas dengan jumlah dosen yang tersedia.
Baca Juga: Jadwal Universitas yang Membuka Seleksi Mandiri 2024 Menggunakan Nilai UTBK
f. Akreditasi Program Studi
Akreditasi program studi juga berpengaruh terhadap kuota penerimaan. Program studi dengan akreditasi yang lebih baik mungkin memiliki kuota yang lebih besar karena memiliki kepercayaan yang lebih tinggi dari pemerintah dan masyarakat.
Akreditasi yang baik menunjukkan bahwa program studi tersebut memiliki kualitas yang telah teruji dan mampu menampung lebih banyak mahasiswa.
Berikut ini adalah program studi dengan kuota SNBT terbanyak 2024, dikutip dari Instagram @university.id.
1. Universitas Diponegoro - Hukum 276
2. Universitas Brawijaya - Agroteknologi 269
3. Universitas Brawijaya - Peternakan 245
4. Universitas Hasanuddin - Peternakan 203
5. Universitas Hasanuddin - Kehutanan 191
6. Universitas Hasanuddin - Kelautan 188
7. Universitas Brawijaya - Ilmu Hukum 182
8. Universitas Hasanuddin - Kesehatan Masyarakat 175
9. Universitas Indonesia - Ilmu Hukum 171
10. Universitas Hasanuddin - Ilmu Hukum 160
11. Universitas Brawijaya - Agribisnis 156
12. Universitas Hasanuddin - Ekonomi Pembangunan 150
13. Universitas Hasanuddin - Manajemen Pembangunan 150
14. Universitas Hasanuddin - Agroteknologi 150
15. ITB - Ilmu Teknologi dan Kebumian 150
16. Universitas Padjadjaran - Ilmu Hukum 174
17. Universitas Brawijaya - Administrasi Bisnis 140
18. Universitas Hasanuddin - AKuntansi 140
19. ITB - Seni Rupa dan Desain 134
20. Universitas Padjadjaran - Agroteknologi 132
21. Universitas Hasanuddin - Pendidikan Dokter 131