Pendidikan

21 Program Studi dengan Jumlah Kuota Penerima SNBT Terbanyak di 2024

Oleh: Salman Muhammad Ilham Rabu 05 Jun 2024, 15:15 WIB
Salah satu aspek yang menarik perhatian banyak calon mahasiswa adalah kuota penerimaan pada masing-masing program studi.

AYOJAKARTA.COM – Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) merupakan salah satu jalur penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia.

Setiap tahun, jutaan siswa berkompetisi untuk mendapatkan tempat di berbagai program studi yang ditawarkan oleh PTN di seluruh negeri.

Salah satu aspek yang menarik perhatian banyak calon mahasiswa adalah kuota penerimaan pada masing-masing program studi.

Kuota penerimaan ini bisa sangat bervariasi antara satu program studi dengan program studi lainnya, bahkan di dalam satu universitas yang sama.

Baca Juga: 15 Perguruan Tinggi Swasta Terbaik versi Webometrics 2024, Telkom Ungguli Binus dan UMY

Kuota penerimaan mahasiswa baru pada setiap program studi bisa berbeda-beda karena berbagai faktor. Berikut adalah beberapa alasan utama yang mempengaruhi variasi kuota tersebut:

a. Kapasitas dan Fasilitas

Setiap program studi memiliki kapasitas dan fasilitas yang berbeda-beda.

Program studi yang memerlukan banyak laboratorium, peralatan khusus, atau ruang kelas yang besar mungkin memiliki kapasitas yang lebih terbatas dibandingkan dengan program studi yang lebih teoretis dan tidak memerlukan banyak fasilitas fisik.

Kapasitas ini akan langsung mempengaruhi kuota penerimaan mahasiswa baru.

b. Permintaan dan Popularitas

Permintaan dan popularitas program studi juga menjadi faktor penentu kuota. Program studi yang sangat diminati oleh calon mahasiswa cenderung memiliki kuota yang lebih besar untuk menampung lebih banyak pelamar.

c. Kebutuhan Industri dan Pasar Kerja

Perguruan tinggi sering kali menyesuaikan kuota program studi berdasarkan kebutuhan industri dan pasar kerja.

Program studi yang lulusannya banyak dibutuhkan oleh industri tertentu mungkin akan memiliki kuota yang lebih besar.

d. Kebijakan Pemerintah dan Perguruan Tinggi

Kebijakan dari pemerintah dan perguruan tinggi juga mempengaruhi kuota penerimaan.

Pemerintah mungkin menetapkan kuota tertentu untuk program studi tertentu berdasarkan kebijakan pembangunan nasional.

Selain itu, perguruan tinggi juga memiliki kebijakan internal terkait berapa banyak mahasiswa yang dapat mereka terima berdasarkan sumber daya dan strategi akademis mereka.

e. Rasio Dosen dan Mahasiswa

Rasio dosen terhadap mahasiswa adalah faktor penting dalam menentukan kuota penerimaan.

Program studi yang memiliki rasio dosen-mahasiswa yang lebih baik mungkin dapat menerima lebih banyak mahasiswa.

Hal ini karena perguruan tinggi harus memastikan bahwa mereka dapat memberikan pendidikan yang berkualitas dengan jumlah dosen yang tersedia.

Baca Juga: Jadwal Universitas yang Membuka Seleksi Mandiri 2024 Menggunakan Nilai UTBK

f. Akreditasi Program Studi

Akreditasi program studi juga berpengaruh terhadap kuota penerimaan. Program studi dengan akreditasi yang lebih baik mungkin memiliki kuota yang lebih besar karena memiliki kepercayaan yang lebih tinggi dari pemerintah dan masyarakat.

Akreditasi yang baik menunjukkan bahwa program studi tersebut memiliki kualitas yang telah teruji dan mampu menampung lebih banyak mahasiswa.

Berikut ini adalah program studi dengan kuota SNBT terbanyak 2024, dikutip dari Instagram @university.id.

1. Universitas Diponegoro - Hukum 276

2. Universitas Brawijaya - Agroteknologi 269

3. Universitas Brawijaya - Peternakan 245

4. Universitas Hasanuddin - Peternakan 203

5. Universitas Hasanuddin - Kehutanan 191

6. Universitas Hasanuddin - Kelautan 188

7. Universitas Brawijaya - Ilmu Hukum 182

8. Universitas Hasanuddin - Kesehatan Masyarakat 175

9. Universitas Indonesia - Ilmu Hukum 171

10. Universitas Hasanuddin - Ilmu Hukum 160

11. Universitas Brawijaya - Agribisnis 156

12. Universitas Hasanuddin - Ekonomi Pembangunan 150

13. Universitas Hasanuddin - Manajemen Pembangunan 150

14. Universitas Hasanuddin - Agroteknologi 150

15. ITB - Ilmu Teknologi dan Kebumian 150

16. Universitas Padjadjaran - Ilmu Hukum 174

17. Universitas Brawijaya - Administrasi Bisnis 140

18. Universitas Hasanuddin - AKuntansi 140

19. ITB - Seni Rupa dan Desain 134

20. Universitas Padjadjaran - Agroteknologi 132

21. Universitas Hasanuddin - Pendidikan Dokter 131

Reporter Salman Muhammad Ilham
Editor Aris Abdulsalam