Pendidikan

Masuk Sekolah Kedinasan Ini Boleh Bermata Minus, Tapi Harus Siap LASIK!

Oleh: Atiek Widyastuti Hadi Jumat 03 Mei 2024, 11:15 WIB
Ilustrasi kacamata

AYOJAKARTA.COM - Sekolah Kedinasan menjadi salah satu impian lulusan SMA/sederajat selain Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Adanya jaminan pekerjaan setelah lulus, menjadi salah satu alasan ingin masuk ke sekolah kedinasan.

Tentu saja tidak mudah agar dapat diterima di sekolah kedinasan. Seleksinya juga berjenjang.

Baca Juga: Tes Kepribadian: Apakah Kamu Gagal Move On dan Terbebani Masa Lalu? Jawab 10 Pertanyaan Berikut Dengan Jujur Untuk Mengetahuinya

Beberapa sekolah kedinasan mensyaratkan kesehatan fisik bagi calon mahasiswanya. Salah satunya kesehatan mata.

Namun, jangan khawatir. Beberapa sekolah kedinasan, masih memperbolehkan pendaftaranya bermata minus.

Ayojakarta.com melansirnya dari Instagram @kedinasan_eksam, Jumat 3 Mei 2024.

1. Politeknik Statistik STIS

Masuk Politeknik Statistik STIS boleh bermata minus. Tapi tidak boleh buta warna (baik total maupun parsial).

Untuk pengguna kacamata lensa kontak minus dan/atau plus mendapatkan toleransi di bawah ukuran 6 dioptri.

Sedangkan syarat fisik lainnya, yakni sehat jasmani dan rohani (dapat atau layak bekerja dan beraktivitas di dalam ruangan maupun lapangan) serta bebas narkoba.

Baca Juga: Pejuang UI, Pendaftaran Jalur Seleksi PPKB Sudah Dibuka

2. Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (STMKG)

Pendaftar STMKG boleh berkacamata dengan lensa spheris maksimal minus 4D.

Bagi yang silinder maksimal minus 2D. Tidak boleh buta warna.

Namun, setelah lulus maka mereka harus bersedia melakukan LASIK dengan biaya sendiri.

Untuk syarat fisik lainnya, sehat jasmani dan rohani, bebas narkoba. Selain itu untuk tinggi badan minimal 160 cm untuk pria dan 155 untuk wanita.

Baca Juga: Tes Kepribadian: Apa yang Bakal Kamu Lakukan di 4 Situasi Genting? Ungkap Sifat dan Kepribadian Kamu!

3. Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN)

Menjadi sekolah kedinasan yang memperbolehkan mata minus.

Syaratnya, maksimal adalah 1 baik plus maupun minus. Dan tidak boleh buta warna.

STIN mensyaratkan tinggi badan minimal 165 cm untuk laki-laki dan 160 cm untuk perempuan.

Sehat jasmani dan rohani serta tidak pernah mengalami patah tulang. Tidak bertato dan/atau memiliki bekas tato.

4. Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN

Masuk PKN STAN tidak ada syarat kesehatan mata.

Baca Juga: Tak Lolos UTBK SNBT 2024? Universitas Negeri Malang (UM) Buka Seleksi Tes Mandiri di 5 Kota Besar Indonesia

Khusus pendaftar pria, tidak ada tato/bekas tato dan tidak bertindik atau bekas ditindik di telinga atau anggota badan lainnya bagi pria. Kecuali yang disebabkan ketentuan agama/adat.

Khusus pendaftar wanita, juga tidak boleh ada tato/bekas tato. Tidak ditindik/bekas tindik anggota badan lainnya selain telinga dan tidak bertindik/bekas tindik di telinga lebih dari satu pasang (telinga kanan dan kiri).

5. Politeknik Siber dan Sandi Negara (SSN)

Calon taruna taruni SSN boleh bermata minus dengan batas maksimal ukuran 1 baik plus maupun minus.

Tidak silinder dan tidak buta warna, baik parsial maupun total.

Syarat fisik lainnya, berat badan minimal 165 cm untuk laki-laki dan 160 cm untuk perempuan.

Baca Juga: Biaya UKT UGM Tahun Akademik 2024-2025 di Tiap Jurusan Bidang SOSHUM, Segini Besarannya

Bagi perempuan tidak boleh ada boleh bertato/bekas tato dan tidak bertindik/bekas tindik pada bagian tubuh yang tidak lazim.

Serta bagian tubuh manapun bagi laki-laki. Kecuali yang disebabkan ketentuan agama/adat.

Sehat jasmani dan rohani. Tidak ada cacat fisik maupun mental.

Tidak memiliki penyakit bawaan atau menular yang dapat mengganggu proses pembelajaran.

***

Reporter Atiek Widyastuti Hadi
Editor Maria Wulan