Pendidikan

Label Lulusan Universitas Tidak Ternama Bikin Susah Dapat Kerja? Jangan Panik Dulu, Begini Caranya Biar Gampang Diterima Kerja

Oleh: Sulistiyaningsih Minggu 17 Mar 2024, 05:30 WIB
Label Lulusan Universitas Tidak Ternama Bikin Susah Dapat Kerja? Jangan Panik Dulu, Begini Caranya Biar Gampang Diterima Kerja

AYOJAKARTA.COM -- Di tengah hiruk pikuk pendaftaran perguruan tinggi di Indonesia, tidak sedikit yang bertanya terkait kesempatan mendapatkan kerja.

Salah satunya mengenai label lulusan dari suatu universitas yang tidak ternama, apakah berpengaruh terhadap kesempatan diterima di suatu pekerjaan.

Saat mencari pekerjaan maka yang pertama diperhatikan adalah posisi dan job requirements yang cocok dengan latar belakang pendidikan yang dimiliki.

Baca Juga: 3 Syarat Daftar CPNS 2024 Jalur Lulusan Terbaik atau Cumlaude, Ternyata Berbeda!

Terkait hal tersebut, ternyata label atau reputasi sebuah perguruan tinggi bisa menjadi jalan mulus bagi pelamar kerja untuk memperoleh pekerjaan yang diidam-idamkan.

Dalam sebuah penelitian di Amerika Serikat, The Chronicle of Higher Education menemukan bahwa label reputasi kampus menjadi salah satu faktor yang menentukan perusahaan memilih kandidat saat rekrutmen kerja.

Dalam penelitian tersebut dikatakan bahwa atasan suatu perusahaan cenderung menerima pelamar kerja yang berasal dari universitas ternama atau unggulan.

Sementara lulusan kampus tidak ternama banyak dihiraukan saat seleksi pekerjaan, hal ini dikarenakan atasan merasa ragu atas kemampuan dari lulusan kampus tersebut.

Baca Juga: Walk In Interview! KAI Service Buka 3 Lowongan Kerja Baru untuk Lulusan SMA/SMK Sederajat

Hal yang sama diungkapkan oleh Senior Economist di Bank Indonesia, Nurkholis Ibnu Aman yang memberikan pandangan dan pengamalannya dalam rekrutmen kerja di suatu perusahaan.

Melalui tulisannya di laman Quora dikutip Ayojakarta.com pada Minggu 17 Maret 2024, Nurkholis menjelaskan bahwa saat rekrutmen kerja di suatu perusahaan dengan banyaknya yang mengajukan lamaran pekerjaan maka yang dilakukan HRD untuk menyaring adalah melalui label lulusan.

Artinya dalam tumpukan lamaran pekerjaan di suatu perusahaan, mereka yang berasal dari perguruan tinggi ternama lebih memungkinkan banyak dilirik untuk masuk ke tahap selanjutnya.

Baca Juga: Resmi! CPNS 2024 Segera Dibuka, Cek 21 Formasi yang Bisa Dilamar untuk Ijazah Lulusan SMA

Hal ini dikarenakan lulusan universitas ternama dinilai sudah menempuh seleksi yang ketat saat pendaftaran mahasiswa baru dan telah disaring dari banyaknya siswa yang mendaftar.

Nurkholis menegaskan bahwa riset membuktikan bahwa pilihan kampus atau jurusan akan berpengaruh pada kesuksesan karir khususnya soal gaji, sehingga harus hati-hati dalam memilih.

Kendati demikian tidak bisa menyamaratakan semua lulusan universitas tidak ternama akan sulit mendapatkan pekerjaan.

Karena tidak semua HRD memilih lulusan universitas unggulan saat rekrutmen kerja, ada juga yang melihat skill atau pengalaman pekerjaan sebelumnya.

Baca Juga: Info Loker Maret 2024: Bank BTN Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Cek Syarat dan Cara Daftar di Sini

Jadi bisa dikatakan bahwa selama pelamar fresh graduate yang belum memiliki pengalaman kerja yang dibutuhkan oleh perusahaan maka label universitas akan berpengaruh.

Namun lain halnya apabila mereka telah memiliki pengalaman kerja yang dibutuhkan, maka hal tersebut bisa menjadi penilaian utama dan daya tarik untuk mendapatkan pekerjaan.

Kuncinya bagi mereka fresh graduate bukan dari universitas ternama, maka harus bekerja lebih keras untuk mendapatkan perhatian bisa dimulai dari CV yang menarik.

Baca Juga: Rekrutmen Bersama BUMN 2024: Lulusan SMA, S1 dan S2 Bisa Kerja di Pertamina, PLN dan Telkom hingga Dapat Gaji 2 Digit?

Mereka bisa menambah keahlian seperti memoles kemampuan public speaking, rajin membangun jaringan, atau menambah bukti kompetensi dengan sertifikat.

Dengan adanya nilai tambahan ini membuat HRD di suatu perusahaan akan melihat sisi lain atau kemampuan dari pelamar dan memberikan kesempatan kepada mereka.***

Reporter Sulistiyaningsih
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil