Pendidikan

Bingung Ambil Jurusan Teknik Kimia atau Jurusan Kimia? Berikut Perbedaannya dan Prospek Karir Keduanya

Oleh: Salman Muhammad Ilham Selasa 12 Mar 2024, 12:40 WIB
Ilustrasi jurusan Kimia.

AYOJAKARTA.COM – Seiring dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri, bidang ilmu kimia menjadi semakin penting dan diminati oleh banyak orang.

Di dunia akademik, ada dua jurusan yang berfokus pada ilmu kimia, yaitu jurusan Teknik Kimia dan jurusan Kimia.

Meskipun keduanya terkait dengan ilmu kimia, terdapat perbedaan signifikan dalam pendekatan, kurikulum, dan prospek karir.

Dikutip dari Instagram @bahasstudi, berikut perbedaan jurusan Teknik Kimia dan jurusan Kimia.

Baca Juga: 10 PTN Terbaik Bidang Ilmu Kimia di Indonesia versi THE WUR 2024, UI Paling Unggul, Disusul Kampus...

1. Fakultas

Satu perbedaan yang jelas antara jurusan Teknik Kimia dan jurusan Kimia adalah fakultas tempat kedua jurusan ini terletak.

jurusan Teknik Kimia biasanya berada di bawah Fakultas Teknik, sedangkan jurusan Kimia berada di bawah Fakultas Sains atau Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA).

Fakultas Teknik adalah tempat di mana para mahasiswa jurusan Teknik Kimia akan belajar tentang prinsip-prinsip dasar teknik dan penerapannya dalam bidang kimia. Mahasiswa akan mempelajari berbagai disiplin ilmu teknik, seperti termodinamika, reaksi kimia, pemisahan, dan pengendalian proses.

Di sisi lain, Fakultas Sains atau Fakultas MIPA adalah tempat di mana para mahasiswa jurusan Kimia akan mempelajari lebih dalam tentang prinsip-prinsip dasar kimia, termasuk kimia organik, anorganik, fisika, dan analitik.

Baca Juga: TOP 8 Universitas dengan Jurusan S1 Teknik Kimia Terbaik World University Rangkings 2024, ITB atau UGM yang Jadi Juaranya?

2. Fokus Pembahasan

Jurusan Teknik Kimia dan jurusan Kimia juga memiliki perbedaan dalam fokus pembahasannya.

Jurusan Teknik Kimia lebih berorientasi pada penerapan ilmu kimia dalam teknologi dan industri.

Para mahasiswa akan mempelajari bagaimana mengubah bahan kimia menjadi produk yang berguna dengan menggunakan metode dan proses teknik.

Mahasiswa akan belajar tentang perancangan dan pengoperasian pabrik kimia, pengembangan produk baru, dan pemecahan masalah dalam proses produksi.

Di sisi lain, jurusan Kimia lebih berfokus pada pemahaman dasar tentang kimia dan penelitian ilmiah.

Para mahasiswa jurusan Kimia akan mempelajari kimia secara mendalam, termasuk sifat-sifat zat, reaksi kimia, dan analisis kimia.

Mahasiswa juga akan terlibat dalam penelitian ilmiah, melakukan eksperimen, dan menganalisis data dalam laboratorium.

Baca Juga: Catat! Nilai Rata-rata Prodi S1 Minimal 80 Acuan Lolos SNBP 2024 di 10 PTN Terbaik, Teknik Kimia UNS Termasuk?

3. Peluang Karir

Setelah menyelesaikan pendidikan di jurusan Teknik Kimia atau jurusan Kimia, ada banyak peluang karir yang tersedia di kedua bidang ini.

Lulusan jurusan Teknik Kimia sering bekerja di industri, terutama di sektor manufaktur, minyak dan gas, farmasi, dan energi.

Lulusan Teknik Kimia dapat bekerja sebagai insinyur proses, manajer produksi, peneliti, atau konsultan teknik kimia.

Dalam industri, lulusan Teknik Kimia bertanggung jawab untuk mengembangkan dan memperbaiki proses produksi, menjaga kualitas produk, dan menjaga keselamatan kerja.

Di sisi lain, lulusan jurusan Kimia memiliki peluang karir yang lebih luas. Lulusan Teknik Kimia dapat bekerja di berbagai sektor, termasuk industri kimia, farmasi, makanan dan minuman, energi terbarukan, dan penelitian ilmiah.

Lulusan Teknik Kimia dapat menjadi ahli kimia, peneliti, pengajar, atau bekerja di laboratorium.

Lulusan Teknik Kimia juga dapat melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi, seperti program pascasarjana atau doktor, untuk menjadi ahli dalam bidang tertentu.***

Reporter Salman Muhammad Ilham
Editor Tedi Rukmana