Pendidikan

3 Kesalahan Fatal yang Bikin Gagal Ikut SNBP 2025, Nomor 2 Sering Terjadi

Oleh: Fajar Ari Wibowo Selasa 28 Jan 2025, 19:53 WIB
Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP 2025) adalah salah satu jalur seleksi masuk PTN yang tidak mudah.

AYOJAKARTA.COM -- Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP 2025) adalah salah satu jalur seleksi masuk PTN yang tidak mudah.

Peserta yang mengikuti SNBP dari tahun ke tahun sering mengalami kegagalan karena beberapa kesalahan.

Kesalahan yang sering terjadi saat pendaftaran SNBP adalah sekolah telat saat mengisi PDSS.

Baca Juga: Strategi Lolos SNBP 2025, Peringkat Eligible Rendah Bukan Penghalang untuk Masuk PTN Impian

Berikut ini tiga kesalahan fatal yang bikin kalian gagal masuk SNBP di tahun 2025:

1. Tepat registrasi akun SNPMB

Melakukan registrasi akun SNPMB adalah wajib, mulailah sekarang jangan menunggu waktu akhir pendaftaran.

Peserta dapat melakukan periode registrasi mulai 3 Januari sampai 18 Februari 2025.

Pastikan peserta dapat registrasi data pribadi dengan benar dan pasfoto sesuai ketentuan.

Baca Juga: Pejuang SNBP 2025 Catat! Berikut 6 Jurusan di UNAIR dengan Daya Tampung Paling Banyak

2. Sekolah telat mengisi PDSS

Peserta dihimbau jangan sampai kehilangan peluang gara-gara sekolah telat.

Pengalaman tahun lalu, ada yang rangking paralel 1 akan tetapi sekolahnya telat mengisi PDSS.

Adapun periode pengisian PDSS mulai 6-31 Januari 2025, dan pastikan sekolah kalian tidak terlambat.

3. Telat finalisasi pendaftaran SNBP

Pendaftaran SNBP sudah tinggal menghitung hari, jangan sampai calon mahasiswa baru sampai terburu-buru dan lupa mempersiapkan ini:

> Pilihan jurusan
> Portofolio (jika jurusan seni atau olahraga)
> Sertifikat prestasi

Perlu diingat, pendaftaran SNBP 2025 akan dibuka pada 4-18 Februari 2025.

Baca Juga: Incar SNBP UNEJ 2025? Cek Jurusan S1 di Universitas Jember yang Punya Daya Tampung Terbanyak Berikut

Itulah tiga hal penting yang wajib kalian perhatikan saat mengikuti seleksi SNBP 2025 agar dapat lolos dan diterima di PTN impian.***

Reporter Fajar Ari Wibowo
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil